Catatan relawan (part 1)


Untuk teman2 relawan Merapi…sudah seminggu lebih kita berjibaku demi menolong para survivor (pengungsi) di berbagai titik barak pengungsian. Di antara kita mungkin sudah mulai muncul rasa lelah, rasa jenuh, bingung dengan banyaknya kebutuhan sementara jumlah relawan terbatas…dan berbagai keluhan yang lain. So,,,jangan terlalu memforsir diri kalian, baik fisik maupun mental. Keadaan Merapi masih belum bisa dipastikan aman. Pengungsian masih akan bertahan paling tidak dalam dua pekan ke depan. Tenaga kita masih dibutuhkan, kawan. Jangan sampai kita tumbang. Ingatlah,,,relawan juga manusia biasa. Relawan juga sebagian -bisa jadi- survivor Merapi juga.

Pesanku untuk teman2 relawan semua:

1. Sempatkanlah – meski sebentar – untuk tidur/istirahat. Meski jumlah relawan kurang, sementara pekerjaan banyak yang masih harus diselesaikan, tetap jangan lupakan istirahat. selalu ingat bahwa bantuan tenaga dan pikiran kita masih akan dibutuhkan banyak orang dalam beberapa waktu ke depan.

2. Selalu ingat makan – meski cuma sedikit dan seadanya. Kalau bisa sesekali cari makan yang enak. makan enak itu reward untuk tubuh kalian yang selalu dipakai kerja berat. Mungkin kalian gak kepikiran makan melihat kondisi orang2 di pengungsian. But guys, always remember kalo tenaga kalian SANGAT dibutuhkan. Kalian tetap harus sehat kalo kalian mau bantu banyak orang.

3. Ceritakanlah apa yang kalian rasakan ke sesama relawan (=curhat)..selain bisa mengurangi beban, juga bisa untuk evaluasi program. kalau kalian tak sempat saling cerita,,,tuliskanlah…sesederhana apapun tulisan itu.

4. Kalau kalian benar2 tak ada waktu untuk sekedar berbagi cerita…duduklah tenang barang sebentaaarrr saja,,,usai beribadah mungkin. Duduklah dalam posisi rileks dan nyaman, atur nafas kalian setenang mungkin. hitung nafas kalian daalam waktu sekitar 1 menit. Nafas tenang adalah hitungan 5-6 tarikan nafas dalam satu menit. Atur pelan2 agar nafas kalian tenang. tenangnya tarikan nafas akan menenangkan kerja jantung teman2, yang juga akan menenangkan aliran darah ke seluruh tubuh, dan terutama ke otak. Suplay darah yang optimal akan membuat kalin juga bisa berpikir tenang, dan kalian jadi lebih rileks.

Untuk teman2 yang muslim, janganlah shalat terburu2…shalatlah dengan tuma’ninah,,dengan tenang..karena shalat juga bisa jadi media relaksasi kalo dilakukan dengan cara yang benar

5. Kalau mengirimkan bantuan, usahakan melibatkan pengungsi. Misalnya menurunkan bantuan logistik, bantu dirikan tenda, bantu bersih2…bikin program psikologis, dan sebagainya. Sebisa mungkin libatkan tokoh2 masyarakat yang ada di pengungsian (guru, ibu PKK, pak RT, ketua pemuda, dan sebagainya). funginya:

a. Membantu me-reorganisasi struktur sosial masyarakat yang sempat kacau karena harus mengungsi

b. mempertahankan keberfungsian masing2 individu di pengungsian. Dengan tetap berfungsi, masing2 orang akan lebih percaya diri dan optimis dalam memandang masa depan. ini bisa untuk mengurangi stress jangka panjang bagi para survivor.

c. dengan ikut beraktivitas, para survivor akan terhindar dari rasa jenuh di pengungsian

Sementara ini dulu catatannya. tetap semangat untuk teman2 relawan. Apa yang kalian lakukan sangat bermanfaat untuk mereka yang butuh bantuan.

Always keep YOUR HEAD ON, YOUR HEART ON, and YOUR HAND ON…

Jaga hati, jaga otak….tetap semangat dan jaga kesehatan!!!

*keep praying for Indonesia…^_^

Kos sepi, 11 November 2010

Advertisements

Untuk siapapun yang memilih pergi (sebuah catatan senja yang sedikit muram)


Sudah hampir dua minggu Merapi tanpa henti memuntahkan isi perut bumi. Sudah tak terhitung berapa kubik material bermanfaat yang ia persembahkan untuk masa depan bumi. Suara gemuruh, gumpalan awan panas, hujan abu, sudah jadi teman kami sehari-hari. Berita di media tak henti membahas Merapi, dari yang biasa sampai yang lebay,,,,dari yang ‘terdepan’ sampai yang ‘terbelakang’, dan dari yang fakta sampai yang hoax. Jarak aman pun tak henti berganti, dari yang semula hanya 5km, naik jadi 10km, bertambah lagi jadi 15km,,,dan terakhir bertahan di angka 20km (Bismillah, semoga tidak bertambah…:) ). Dan angka terakhir inilah yang merubah suasana Jogja akhir-akhir ini.

Jogja dulu indah di kala senja dan malam. Jogja dulu dipenuhi orang berlalu-lalang. Jogja dulu ceria dan senantiasa ramah. Jogja dulu…selalu dibumbui dengan kalimat-kalimat “Jogja kota terindah, jogja kota penuh kenangan, aku cinta jogja”, dan berbagai kalimat penuh harap yang lain.

Kini…

Jogja sepi tak berpenghuni. Kos-kosan hanya diisi satu-dua mahasiswa yang masih bertahan, ditambah tikus dan kecoa yang bingung  mau pindah kemana. Kampus sepi,,,ditinggal mahasiswa dan DOSEN-nya kembali ke kampung halaman. Jogja kini tak seceria dulu. Tak seramah dan sehangat dulu. Jogja kini sepi, sendiri, berdebu…T.T

Hanya beberapa titik saja yang terlihat ramai. Titik-titik pengungsian. Terlalu ramai bahkan, karena jumlah penghuninya terlalu banyak, tak sebanding dengan ukuran tempat yang digunakan.

Dan,,, keramaian itu butuh kalian, kawan. Mereka butuh bantuan kalian, mereka butuh tenaga kalian, mereka butuh didengarkan, dan di’manusia’kan.

Tidak seharusnya mereka ditinggalkan. Tidak seharusnya mereka diabaikan.

Untuk siapapun yang mengaku cinta jogja,,,jangan tinggalkan ia bersedih sendirian, kawan. Pedulikan ia, rawatlah ia, sembuhkanlah lukanya..

Untuk siapapun yang memilih pergi meninggalkan. Terima kasih, kalian mengajarkan kami apa arti kesetiaan, apa arti pengorbanan, apa arti sendiri…dan ditinggalkan…:(

Untuk siapapun yang kembali dan bertahan. Terima kasih, kalian telah mengajarkan kami apa arti kehidupan…^_^

Note: tetap selalu ingat bahwa pengungsi tidak hanya ada di Jogja,,,ingatlah mereka yang butuh kalian di Muntilan, Magelang, Klaten atau Boyolali.

Magelang, 9 November 2010

Di antara geliat makhluk-makhluk Tuhan menggapai secuil berlian…:D

Menunggu itu…aku


Pagi ini…28 september 2010

dengan semangat yang menyala, aku bangun sepagi mungkin (jam 6 maksudnya)…stretching2 bentar (bener ga sie tulisannya? bodo ahh..:D)…megang2 gitar bentar (berhubung lum bisa maen,,jadi cuma bisa bilang megang doank…hehe)…baca2 majalah…mandi2…siap2…dan…

kukirimlah sebuah sms ke temen kuliah, niatnya sie mau berangkat bareng…

sms-ku bilang gini: “jadi nonton ujian nyak? mau berangkat jam brapa?”

10 menit…..

ga dibales…

Aku nunggu sambil ngaca2…terkejut2 sendiri liat kembaran Dian Sastro ada di cermin kamar kosku..(astajim….Istighfar nak…:D)

20 menit…

ga dibales…

“Wah, jangan2 enyak masih tidur nih..gawat kalau dia gak jadi nonton ujian”

Maka,,dengan perasaan was2 dan khawatir yang agak berlebihan,,aku pun menelpon si enyak…

Tuut…tutt….(ini bunyi telpon apa kentut?? 😀 :D)

Aku: “halo nyak,,jadi nonton ujian gak?”

enyak: “Jadi lah,,lu udah di kampus kan?”

Aku:”enggak lah,,ni masi di kos..makanya aku nanya Lu mo berangkat jam brapa”

Enyak: “Lah,,gue kira lu dah di kampus..ni aku dah di jalan”

Aku: “Nyampe mana nyak?”

Enyak: “Ni dah mo nyebrang!”

(dah mo nyebrang tu brarti dah setengah perjalanan ke kampus,,,artinya lagi dah jauh dari kos gue…..dududu)

Aku: “yahhh…dah jauh tu,,yaudah lah”

Krekkk…telpon ditutup…

Aku bengong (bentar doang sie)…trus dengan gerakan super kilat merapikan tas dan semua barang2 berantakan di kos,,,menyulap kamar kosku jadi super rapi…ahemmm…

Grudak-grudak,,grusa-grusu…berjalan super kilat…dan..

voila

sampailah di kampus tercinta…dengan semangat masih membara…dengan senyum terkembang dimana-mana…dengan satu niat suci mau nonton temen ujian kompre…

dan, begitu ketemu si mbak karyawan kampus,,,berkatalah ia dengan tenangnya:

“Kamu nggak usah masuk aja, ujian udah dimulai,,ruangannya dah ditutup,,nanti kamu malah dimarahi bu Endang”

Oh wow..nama itu kok terdengar tidak asing ya??

(ya iyalah nggak asing..itu kan dosen yang pernah nyindir Lu waktu nguap di kelas nyet!!)

Si dosen fenomenal yang nggak pernah bisa ditebak kapan dia hepi, kapan dia sad, dan kapan dia (nggak) angry…

Maka,,dengan langkah gontai akupun mundur dari percaturan dunia politik ini (laah??)…daripada ketemu dosen super-duper-keren (kenapa nulis 3 kata terakhir tanganku gemeteran ya?? berasa gak ikhlas gitu….:D)

Dan di sinilah saya…duduk diam ngautis di depan kompi,,,nulis2 ga jelas (jelas gak sie tulisan saya??)

pelajaran moral hari ini:

HARI GINI MASIH SMS….TELPON-TELPONNNNN….ggggrrrghhhhhhhhhhhh

:big hammer

“jangan pernah menunggu balesan sms,,,karena menunggu itu membosankan kawan,,,dan ia tidak pernah berbuah…jadi jangan pernah berpikir buahnya bakal manis (lu pikir pohon)”

birokrasi rumit yang memicu korupsi….


hari ini aku (dianter johana aditia) kliling Jogja buat nyari cap. sekali lagi CAP. penting nggak penting sebenarnya,,,ini permintaan mbak2 bendahara fakultas, yang entah atas permintaan siapa, untuk meminta cap di setiap toko yang pernah bertransaksi dengan kita dengan besar transaksi minimal Rp 250.000,00….padahal nggak semua toko yang pernah kita kunjungi punya cap, dan nggak semua pemilik toko itu familiar dengan birokrasi semacam ini. Mungkin, ini peraturan yang dibuat agar kita nggak sembarangan dalam bertransaksi, sekaligus mencegah penipuan dan korupsi.

Tapi sadar nggak sadar, birokrasi rumit semacam ini menurutku justru awal munculnya bibit korup dalam diri rakyat Indonesia. Betapa tidak, rumitnya birokrasi justru menjadikan kita terbiasa membuat berbagai penipuan, seperti: cap palsu, tanda tangan palsu, daftar hadir palsu, dan sebagainya. Ini benar-benar terjadi kawan. meski yang kutahu, segala pemalsuan itu ditujukan untuk ‘kebenaran’ atau ‘kebaikan’ dan bukan untuk media korupsi. Tapi, yang dikhawatirkan adalah ini semua bisa jadi habit dan budaya di kemudian hari,,,sehingga akhirnya ketidakjujuran dianggap wajar dengan alasan ‘kebaikan’ atau entah apapun itu.

Aku adalah salah satu orang yang sangat ‘risih’ dengan birokrasi-birokrasi rumit semacam itu. Karena buat orang yang jujur seperti aku (hehe),,birokrasi rumit justru mengajariku untuk menjadi tidak jujur…

entahlah,,,semoga indonesia bisa lebih baik lagi…dengan, atapun tanpa, birokrasi2 rumit yang melelahkan itu….

Me vs Miranda Priestly….


imagine you’re in this two different condition:
kondisi 1:
Dalam sebuah rapat bareng si bos A, kamu lagi capekkkk buanget, karna udah beraktifitas seharian…si bos bilang gini,”mbak,,,kamu capek ya? kamu perlu tidur tu,,udah, pulang aja sana…bla..bla”
kondisi 2:
mungkin tidak sedang rapat, tapi kamu dalam kondisi capek yang sama…ada si bos B bilang gini, “Telponke iki,,,bilang gini..kerjain ini…itu…ta tunggu dalam waktu 5 menit”

another condition:
kondisi 1:
Sedang minggu UTS, bos A ngasih kerjaan harus jadi hari ini, dia bilang “mbak ujian jam berapa? ni tolong dikerjain ya, habis ujian aja biar bisa konsentrasi”
kondisi 2:
Minggu UTS yang sama, sebuah sore yang padat dan melelahkan, saat kamu sedang mengurus keperluannya si bos B, lalu dia ngasih kamu kerjaan & bilang gini, “buatin ini..ini..ini..ini…tak tunggu saiki ben isoh tak delok” (bahkan si bos tak pernah tanya aku ada ujian atau nggak)

kamu pilih bos A apa B?
kamu akan milih ngerjain tugasnya bos A atau B?
lebih ikhlas mana, ngerjain tugasnya bos A atau B?
kalo kamu jadi bos, kamu pengin jadi siapa, A atau B?

Aku bahkan tak perlu mikir untuk menjawab semua pertanyaan itu.
Bos B bagiku adalah ‘Miranda priestly’ versi alive (pernah nonton The Devil Wears Prada kan? Miranda adalah seorang bos ambisius dan egois,,,yang tak pernah peduli bagaimana jatuh-bangunnya karyawan dia asal semua keinginannya tercapai)

setiap orang pasti punya impian,,,,tapi tak perlu menjadi egois dan tidak menghargai orang lain untuk membuat impian itu jadi nyata. Miranda adalah seseorang dengan impian dan harapan yang besar, dan semua orang di sekelilingnya yang jadi korban demi tercapainya cita-cita itu…

Bos B adalah bayangan Miranda buatku,,,,

bayangan yang terus mengejarku hingga aku lelah…

rasanya ingin menjelma menjadi Andrea,,,saat ia dengan anggun membuang HP-nya..lalu tersenyum ringan….saat itulah ia membebaskan dirinya dari bayang2 Miranda…

sebuah keputusan besar memang,,,tapi harus dipilih…karena kalau tidak, bahkan mungkin aku tidak bisa mengambil keputusan untuk hidupku sendiri…

aku akan melangkah sebebas dan seringan itu…

dan aku akan berterima kasih pada ‘Miranda’, atas semua hal yang telah kupelajari…

*tersenyum senang*

Untuk ibu..^_^


Letih terlihat diwajah yang tua itu
Tertidur pulas dalam alunan gelap malam
Dibalik senyummu teduhkanku
Terbayang potret kala engkau masih muda
Ajarkan sebuah kata cinta dalam hidup
Kekuatan kasihmu nyata pulihkan jiwaku yang kadang goyah

Pesonamu masih jelas kurasa hingga kini
Menemani hingga ku dewasa
Derai airmata dan pengorbananmu takkan tergantikan
Terima kasih ibu..
Waktu cepat bergulir
Sisakan banyak kisah
DIA YANG KAU CINTA TLAH LAMA MENINGGALKAN DIRIMU SENDIRI
NAMUN TETAP KAU BERDIRI TEGAK PADA DUNIA…

(ada band-pesona potretmu)

pas banget lagu ini untuk ibuku…
seorang perempuan sederhana, dengan kekuatan cinta yang luar biasa…
sendirian berjuang demi anak2nya yang masih kecil…
tanpa lelah, tanpa pernah terpikir sedikitpun untuk MENYERAH.
tidak. Bahkan kata2 itu mungkin tidak ada dalam kamus perjalanan hidup ibuku.

ia adalah..
seorang perempuan yang tak pernah menangis, saat orang lain mungkin menangis melihat keadaannya..
seorang perempuan yang tak pernah meminta belas kasihan, saat orang lain mungkin mengasihaninya..
seorang perempuan yang tak pernah menuntut balas, atas segala pengorbanan yang telah ia lakukan…sepanjang hidupnya…
seorang perempuan yang berpikir dan berbuat hanya demi anak2nya,bukan untuk kesenangan dirinya…
seorang perempuan yang bahkan mungkin telah lupa bagaimana caranya berdandan, bagaimana rasanya membeli baju baru untuk dirinya, bagaimana rasanya bersenang-senang…
bersenang-senang baginya adalah saat melihat anaknya bahagia, bahkan meski kadang ‘kebahagiaan’ itu membuatnya terluka…
ia adalah sosok perempuan paling sabar dan ikhlas yang pernah kutemui dalam hidupku…

segala doa terbaik untuk ibu…
untuk orang yang mungkin ‘diam-diam’ terluka (atau memang tidak pernah terluka?)
untuk orang yang membuatku seperti sekarang ini…
dan selalu menjadi penyemangat yang tak pernah mati…

ibu…cukuplah lelahmu sampai di sini…
sekarang giliran anakmu ini yang berpeluh demi ibu,,,
tersenyumlah bahagia, karena senyummu indah untuk dunia…^_^

salam cinta untuk ibu,

dari anakmu..

indahnya Terima Kasih….


Kemarin dapet tugas buat observasi di Bunderan UGM. Bareng dewz,,kita nongkrong di pinggir jalan sambil megang hape, buat nyatetin kejadian apa aja yang ada di lalu lintas bunderan…

waktu itu sekitar pukul 12.30, hari rabu, 12 November 2008. lagi asik2nya ngamatin lalu lintas..tiba2 seorang bapak tua mendatangiku,,trus sambil nunjukin dompet kosongnya dia bilang gini ;

bapak tua : saya mau ke…(menyebutkan sebuah tempat), naik jalur 12,,tapi nggak punya duit. saya minta duit 3ribu….

aku ; oh,,bentar pak ….(sambil meriksa tas buat nyari duit ribuan)

aku sebenarnya agak curiga dengan bapak ini,,tapi karna kasihan aku berniat sedekah ma bapak ini,,,itung2 nambah pahala

(setelah agak lama nyari..aku nemu duit 2 ribu di tasku, trus langsung aku kasihin bapak itu)

bapak tua : 3 ribu mbak…(sambil nunjukin duit 2 ribu itu ke aku,,seolah2 bilang “ni duitnya kurang”)

aku ; (agak shock)…maaf pak, cuma ada 2 ribu

bapak tua : saya minta 3 ribu…(gayanya uda kayak kernet angkot aja)

aku ; maaf,,,cuma ada 2 ribu

bapak tua ; oh ya…..(trus pergi lewat depanku tanpa bilang apa2)

gosh…masak gara2 duit yang aku kasih kurang,,trus dia g bilang trima kasih gitu??????

aku ikhlas kok ngasih duit itu (Insya Allah)….maaf kalo duit yang aku kasih kurang,,,maaf kalo ak cuma punya duit segitu….tapi mbok ya pemberianku dihargai…bilang nuwun kek,,,makasih….ato apapun…ato at least diterima aja pemberianku apa adanya….wong aku juga sebenarnya kalo punya duit banyak pengin ngasih lebih….Astaghfirullah….aku cuma bisa ngelus dada….apa gini gaya pengemis di kota??

padahal belum lama ini,,,kakakku cerita kalo di rumahku pernah ada pengamen (rumahku di kampung,,,di kab. magelang)…kakaku ngasih duit 300 perak,,,trus pengamen itu bilang “Alhamdulillah,,,maturnuwun mas,,,(sambil nyiumin tu duit & ngucapin beragam doa buat kakakku)”. Begitu beragamnya makhluk Allah di muka bumi ini..

gara2 respon pengamen itu,,kakakku (dan aku) agak menyesal kenapa g bisa ngaih lebih..Subhanallah…begitu mulia sebuah ucapan terima kasih,,terutama jika diucapkan (dan didengarkan) dengan ikhlas…

dan semoga kita selalu diikhlaskan dalam sedekah…Amiin

My big life in a lil' world…world of words!