A Sweet Escape


Hari masih pagi benar ketika pengemudi mobil rental menghubungi kami, mengabarkan bahwa ia dan mobilnya sudah siap di lobi apartemen. Pagi itu, Sabtu, 7 Maret 2015, saya dan beberapa teman kantor akan piknik bersama ke Kebun Raya Cibodas. Hiruk pikuk Jakarta dan rutinitas yang membosankan membuat kami sangat butuh udara segar. Kebun Raya Cibodas dipilih karena lokasinya yang memang berada di kawasan udara dingin, dan kami belum pernah berkunjung ke sana. Pun lokasinya tak begitu jauh dari Jakarta, sehingga energi, waktu dan uang tak perlu terkuras banyak-banyak.

Jam di ponsel saya menunjuk angka 06:00 ketika mobil mulai meluncur meninggalkan apartemen. Kami sengaja menginap bersama di apartemen salah satu teman kantor, agar jam keberangkatan tidak terganggu hanya karena saling menunggu. Tentu tidak semua peserta ikut menginap, hanya kami-kami yang masih berstatus sendiri yang harus berkumpul dulu, dan berangkat bersama dengan mobil sewaan. Ada empat orang termasuk saya yang ikut mobil sewaan. Dua teman kami yang lain berangkat dari rumahnya dengan keluarga masing-masing, dan kami sepakat bertemu di lokasi piknik.

Perjalanan menuju Kebun Raya Cibodas terbilang lancar. Pemandangan hijau di kiri dan kanan sepanjang perjalanan membuat kami semakin tak sabar sampai di tempat tujuan. Terbiasa dengan macetnya Jakarta, dengan suguhan gedung-gedung tinggi dan asap hitam knalpot kendaraan-kendaraan usang, membuat kami bersorak kegirangan setiap melihat hijaunya pepohonan. Ya, kami warga ibukota yang sangat kampungan.

Sekitar jam 8.00, mobil kami sudah memasuki area Kebun Raya Cibodas. Udara dingin nan segar memaksa kami mematikan AC mobil, dan membuka kaca lebar-lebar. Betapa bersih udara yang kami hirup, betapa hijau pemandangan di sekitar kami, betapa bersyukur masih bisa menikmati pemandangan se-asri ini tanpa harus meninggalkan Jakarta terlalu jauh.

Kebun Raya Cibodas adalah kebun botani seluas 84.99 hektar, yang berada di kompleks Gunung Gede Pangrango, Cianjur. Dengan area yang seluas itu, bisa dibayangkan betapa banyak koleksi tanaman yang ada di Kebun Raya Cibodas. Selain sebagai tempat wisata, Kebun Raya Cibodas adalah tempat belajar sekaligus penelitian tentang dunia tumbuh-tumbuhan. Tempat ini berisi vegetasi tropis yang cukup komplit, sekaligus dilengkapi juga dengan koleksi tanaman non-tropis lain seperti bunga sakura. Sayang sekali, waktu kami ke sana, bunga Sakura tidak dalam masanya mekar. Menurut informasi di web resmi Kebun Raya Cibodas (http://krcibodas.lipi.go.id/), bunga sakura di Sakura Garden akan mekar di bulan Januari-Februari dan Juli-Agustus.

Saat berkeliling mencari lokasi piknik, kami menemukan area yang cukup indah untuk dinikmati. Ada kolam kecil berisi berbagai jenis ikan air tawar, sekaligus pemandangan Gunung Gede yang masih tertutup kabut. Tanpa pikir panjang, saya segera menyiapkan kamera untuk berfoto bersama. Lihatlah betapa lebar senyum kami di foto ini, pertanda kami begitu menikmati perjalanan di Kebun Raya Cibodas.

IMG_8623

Selesai berfoto, kami segera menuju lokasi yang sudah dipilih untuk menggelar tikar. Masing-masing kami sudah membawa bekal makanan untuk disantap bersama. Rasanya sudah begitu lama kami tidak melakukan piknik di alam bebas seperti ini.

Setelah berjalan cukup jauh dari tempat parkir, kami memutuskan menggelar tikar di bawah sebuah pohon rindang. Pemandangan di kiri-kanan adalah hamparan rumput hijau yang sangat luas, dengan kontur berbukit-bukit, membawa ingatan saya pada masa kecil saat serial Teletubbies masih sangat booming.  Iya, lokasi piknik kami memang seperti bukit Teletubbies.

Lokasi ini sangat pas untuk ber-piknik ria
Lokasi ini sangat pas untuk ber-piknik ria

Di tengah kegembiraan menggelar tikar dan menata bekal makanan, hujan mendadak turun. Bergegas, kami membereskan perbekalan dan berlari menuju sebuah tempat makan yang ada di area tersebut. Meski kecewa karena batal ‘piknik’ di atas tikar, kami masih bisa menikmati suasana kebun raya yang begitu indah. Bekal makanan yang sudah disiapkan akhirnya digelar di atas meja, sambil kami memesan bandrek dan teh panas di tempat makan tersebut.

Tempat berteduh yang nyaman. Sayang sekali, saya lupa nama cafe ini.
Tempat berteduh yang nyaman. Sayang sekali, saya lupa nama cafe ini.

Beberapa menit berselang, hujan mulai reda. Saya segera turun menyusuri jalan setapak yang ada di dekat tempat kami berteduh. Kamera sudah saya nyalakan, rasanya begitu tak sabar ingin mengabadikan berbagai objek menarik yang ada di Kebun Raya Cibodas. Sayang, baru beberapa langkah berjalan, hujan kembali turun. “Ontiiiii…ontiiii…..” Viena, anak teman kantor yang masih berumur dua tahun berteriak memanggil saya dari dalam cafe. Entah memanggil karena hujan, atau tertarik mengekor saya yang sedang menenteng kamera. Sejak pertama bertemu pagi tadi, Viena adalah peserta piknik yang paling semangat di setiap momen foto bersama.

Menariknya Perjalanan ada di Setiap Hambatan

Bukan hanya hujan yang jadi hambatan perjalanan kami kali ini. Beberapa hari menjelang keberangkatan, salah satu teman kami mendadak batal ikut. Padahal, ia yang sedari awal mengusulkan acara piknik ini. Ia pula yang menjanjikan akan membawa peralatan barbeque. Batalnya teman saya ikut berarti kendaraan kurang satu. Kurangnya kendaraan sempat membuat saya gamang, “Jangan-jangan batal nih acaranya.” Padahal saya sudah membatalkan dua agenda pribadi saya demi acara ini. Beruntung kami mendapatkan info rental mobil, dan masih ada mobil yang tersedia untuk kami sewa.

Ternyata, adanya hambatan justru membuat perjalanan ini semakin menarik. Dengan memutuskan sewa mobil, kami berempat bisa berangkat bersama. Ini meminimalisir potensi telat berangkat, karena kami bisa bersiap bersama dari pagi. Selain itu, hujan yang turun memaksa saya untuk tidak berjalan sendirian mencari objek foto. Maklum, sudah terlalu terbiasa jalan sendiri, jadi kalau sedang bawa kamera dan berada di tempat sebagus Kebun Raya Cibodas, saya pasti akan keluyuran sendiri mencari objek foto. 😀

Tetap semangat berpiknik meski hujan turun seharian :)
Tetap semangat berpiknik meski hujan turun seharian 🙂

Menjelang jam 1 siang, cuaca kembali cerah. Setelah menunaikan ibadah shalat Dzuhur, dan merasakan dinginnya air saat berwudhu, kami kembali menggelar tikar. Kali ini kami tak berminat meninggalkan tempat berteduh kami jauh-jauh. Saya kembali menyalakan kamera, dan menangkap momen-momen indah kebersamaan kami. “Mumpung lagi cerah nih,” pikir saya.

Meski banyak hambatan, toh perjalanan ini tetap terlaksana juga, dan berakhir bahagia.  Untung kami tidak menyerah hanya karena batalnya salah satu peserta, dan kurangnya kendaraan. Harga sewa mobil selama 12jam sebesar Rp 450.000 sudah termasuk supir, ditambah bensin dan uang makan supir jadi sekitar Rp 600.000. Biaya masuk Cibodas sekitar Rp15.000 per orang, termasuk parkir mobil. Praktis, tak sampai 200 ribu per orang, kami sudah bisa menikmati perjalanan seharian dan sangat menyenangkan. Ini bahkan bisa lebih murah dibanding biaya sekali nge-mall  di akhir pekan. Buat saya, ini benar-benar pelarian yang sangat bermanfaat dari penatnya rutinitas kantor di ibukota. Can’t wait for our next ‘sweet escape’. 🙂

Mari melompat lebih tinggi!
Mari melompat lebih tinggi!

*Jurnal ini ditulis dalam rangka mengikuti Kompetisi Menulis Jurnal Perjalanan dari Tiket.com dan nulisbuku.com #MenikmatiHidup #TiketBaliGratis

Advertisements

5 thoughts on “A Sweet Escape”

  1. ehh kamu kerja di BUMN energi juga ya? itu wajah2 di foto enggak asing dehh *gakmau sebut merk* 😀
    brarti kita sekantor donk…salam kenal yahh 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s