Mendengar, tapi Tidak Mendengar?


“We lose our listening” – Julian Treasure

Beberapa waktu lalu, salah satu teman kantor tiba-tiba ‘menghilang’. Jam di kantor sudah menunjukkan pukul 10 pagi, dan dia belum muncul tanpa kabar. Beberapa orang mulai bertanya pada saya, termasuk atasan, karena dengan saya biasanya ia berkabar. Saya yang juga kebingungan mulai mengetik pesan ke nomor ponselnya, “Beb, kamu sakit?” Tidak biasanya ia absen tanpa kabar seperti ini. Sakit, sepertinya alasan yang paling masuk akal.

“Aku kan MCU say, udah bilang dari kemarin.” jawabnya singkat.

Saya, dan atasan, baru ingat kalo teman saya sudah ijin untuk Medical Check Up (MCU) hari itu. Saya, dan atasan, rupanya hanya mendengar saat dia minta ijin, tapi tidak mendengarkan. We heard what she said, but we didn’t listen to her.

“Kita menghabiskan 60% persen waktu komunikasi kita untuk mendengar, tapi hanya 25% informasi yang kita terima,” kata Julian Treasure dalam salah satu video TEDTalks bertajuk “5 Ways to Listen Better“. Bayangkan jika kita setiap hari terlalu banyak bicara, tapi tak mau mendengar. Padahal, katanya, Tuhan menciptakan dua telinga dan satu mulut agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara.

“Eh, iya…kenapa?” seorang peserta rapat menegakkan kepala, saat namanya disebut oleh peserta rapat lain yang sedang presentasi di depan. Rupanya ia sedang sibuk menatap layar ponsel, sehingga tidak mendengarkan materi presentasi. Jangankan mendengarkan, mendengar saja pun mungkin tidak. Dia tidak sendirian, saya pun sibuk bermain ponsel saat rapat tadi siang, sehingga tidak menyerap keseluruhan materi yang didiskusikan. Ada ‘noise‘ yang mengganggu pendengaran kami saat itu, berbentuk ponsel pintar di tangan.

“The world now is so noisy, (noise) with this cacophony going on visually and auditorily. It’s just hard to listen. It’s tiring to listen. ” – Julian Treasure

Suara musik yang terlalu keras, suara klakson mobil, suara bising orang berbicara di tengah keramaian, Ponsel di tangan, earphone di telinga, kumpulan banyak masalah di kepala, rasa tidak suka atau tidak percaya pada yang sedang berbicara….adalah noise yang akan selalu mengganggu kita saat mendengarkan. Padahal, kita pun juga terganggu jika apa yang kita ucapkan ternyata tidak didengarkan. Entah sudah berapa banyak pertengkaran dimulai dengan, “Aku kan sudah pernah bilang!”, yang dijawab dengan, “Masak sih? Kapan?”

Entah sudah berapa sinetron dan FTV yang menampilkan adegan pertengkaran pasangan, yang berakhir dengan, “Tolong dengarkan aku, ini tidak seperti yang kamu pikirkan,” yang lalu dijawab tokoh satunya sambil memalingkan muka, “Aku tidak butuh penjelasanmu. Aku sudah muak.”

Biasanya, tokoh yang marah akan pergi, lalu tokoh yang bikin marah menangis terisak. Masalah tidak selesai saat itu. Tentu saja, orang marah tidak akan bisa mendengarkan, ia hanya sanggup mendengar. Kepala dan hatinya sedang berisi terlalu banyak noise.

“Conscious listening always create understanding.”

Maka, cara pertama yang diajarkan Julian Treasure untuk meningkatkan kemampuan mendengar kita adalah, diam. Iya, diam. Keheningan akan membuat kita lebih mampu mendengar, dan mendengarkan. Coba luangkan setiap hari minimal lima menit saja, untuk benar-benar diam. Hening. Tanpa suara.
Ini akan melatih kita untuk bisa diam mendengarkan. Ini melatih kita untuk sabar dan menahan diri, agar tidak buru-buru berkomentar, interupsi, atau sekedar membangun asumsi dan interpretasi….ketika ada yang sedang berbicara di depan kita.

Cara kedua, justru dengan belajar mengenali berbagai jenis suara saat kita di berada di tengah keramaian dan suara bising. Saat saya menulis ini misalnya, saya bisa mendengar suara mobil yang sedang melintasi jalanan di depan kos, suara motor, suara anjing penjaga di kos sebelah yang sesekali menggonggong, suara orang mengobrol di lantai 1 (kamar saya di lantai 2, bagi yang belum tahu), suara napas saya sendiri, suara ketukan jari di layar tablet. Saat berada di tengah keramaian atau suara bising, coba kenali suara-suara yang masuk ke telinga kita. Ini akan mengajarkan kita untuk bisa mendengarkan, meski sedang di tengah kebisingan.

Cara ketiga adalah belajar mendengarkan ‘lagu dunia’. Belajar fokus, belajar menikmati irama dari setiap suara yang kita dengar. Karna bahkan langkah kaki, detak jantung, hembusan napas….semua punya iramanya masing-masing. Saya ingat, suatu hari saat di atas kereta Surabaya-Yogyakarta, tiba-tiba saya merasa bisa begitu menikmati suara kereta. Jess…jess…jess…. Sementara pemandangan dari jendela menyuguhkan deretan ilalang yang sedang tertiup angin. Indah. Damai. Rasanya saya ingin melompat dari kereta, lalu berlari ke padang ilalang, sambil menyanyikan lagu India…….. Eh!

Padahal mungkin buat penumpang kereta lain, tidak ada yang istimewa dari suara kereta tersebut.

Cara keempat, yang merupakan cara terpenting, adalah….belajar memfilter apa yang ingin kita dengar. Setelah tadi kita belajar diam, mengenali berbagai macam suara, dan menikmati (literally) apapun suara yang kita dengar, saatnya kita memilih….suara mana yang ingin kita dengarkan!

Cara kelima, yang sangat penting dalam berkomunikasi, adalah dengan RASA, yaitu: Receive (perhatikan orang yang sedang berbicara), Appreciate (hargai orang yang sedang berbicara, misalnya dengan memberi respon ringan ‘humm…’ pertanda kita mendengarkan), Summarize, dan Ask Question.

So, I invite you to connect with me, connect with each other, take this mission out and let’s get listening taught in school, and transform the world in one generation to a conscious listening world — a world of connection, a world of understanding, and a world of peace. – Julian Treasure

Selamat mendengarkan, bukan hanya sekedar mendengar. 😊

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s