Begin Again with the Chef


“You could tell a lot about a person by their music playlist” – Begin Again

Saya setuju banget dengan quote di atas. Musik adalah cerminan kepribadian seseorang. Makanya, kebanyakan sahabat dekat saya memiliki selera musik yang mirip dengan saya. Pun, katanya, musik yang sering kita dengar dapat mempengaruhi pembentukan kepribadian kita. Waktu SMA dulu saya begitu menyukai musik yang dibawakan Linkin Park, dan sempat hapal lagu-lagunya. Sejak kuliah, entah kenapa saya lebih senang dengan musik akustik, dibanding musik-musik ‘keras’ seperti yang saya sukai saat SMA. Sekarang, saya bahkan menikmati musik jazz. Entah perubahan selera musik membuat diri saya menjadi pribadi yang lebih tenang dan sabar dibanding masa SMA dulu, atau justru perkembangan kepribadian membuat selera musik saya berubah? Well, sepertinya saya harus baca literatur-literatur tentang psikologi musik untuk tahu tentang hal ini.

Anyway, back to the topic. Quote di atas saya ambil dari salah satu film yang saya tonton di tahun 2015, berjudul Begin Again. Ada beberapa film yang sudah saya tonton di awal tahun 2015 ini, baik film yang memang tayang di tahun 2015 maupun 2014 tapi baru sempat saya tonton. Di antara beberapa film tersebut, ada dua film yang masuk dalam daftar film favorit saya. Kedua film tersebut memiliki genre dan tema cerita yang sama.

Film pertama adalah Begin Again, yang semalam saya tonton untuk kedua kalinya. Film ini dibintangi oleh Mark Rufallo (berperan sebagai Dan Mulligan, seorang produser musik),  Keira Knightley (sebagai Gretta James, pencipta lagu) dan Adam Levine (sebagai Dave Kohl, penyanyi sekaligus mantan pacar Gretta James). Bahkan tanpa menonton trailernya terlebih dahulu, keberadaan vokalis Maroon 5 di film ini akan membuat siapapun bisa menebak tema film ini. Yup, musik! Sayangnya, saya baru tahu Adam Levine ada di film ini justru setelah filmnya mulai main. Berhubung saya bukan fans garis keras Adam Levine, saya bisa menikmati cerita dan pesan film ini tanpa harus terganggu dengan keberadaan cowok (yang katanya) suaranya seksi ini. Iya, katanya….soalnya menurut saya untuk ukuran cowok suara Adam Levine sama sekali tidak seksi. Suaranya menjual, tapi tidak seksi. Mengamini kata @newsplatter, suara Adam Levine kalau lagi nada tinggi itu kayak itunya-kejepit-resleting. Sekian. *siap2 ditabok fans garis kerasnya* 😀

Film kedua adalah Chef, yang baru dua hari lalu saya tonton. Film ini distrudarai, diproduseri sekaligus dibintangi sendiri oleh Jon Favreau. Keren parah yak!  Seperti juga di film Begin Again, ada kemunculan selebritas terkenal sebagai pemeran pembantu di film Chef ini, yaitu Scarlett Johansson dan Robert Downey, Jr.  Tema cerita bisa ditebak dari judulnya. Iya bener, tentang juru masak. Nggak mungkin juga kan film berjudul Chef tapi ceritanya soal superhero, kecuali (mungkin) ditambah kata ‘Man’ di belakangnya. Hehe….

Kedua film tersebut memiliki beberapa kesamaan, dan mungkin itu yang menjadi alasan saya suka keduanya. Kesamaan pertama, tokoh utama mengalami kegagalan pernikahan, dan keduanya sama-sama berusaha memperbaiki hubungan dengan anak satu-satunya. Bedanya, Carl memiliki seorang anak laki-laki sementara anak Dan perempuan. Hubungan ayah-anak dalam sebuah film, entah kenapa, selalu menjadi kisah menarik buat saya. Pun alasan membaiknya hubungan ayah-anak dalam kedua film ini punya kesamaan, yaitu dilibatkannya anak dalam perjalanan karir sang ayah. Humm… jangan-jangan ini memang rahasia membangun hubungan baik antara orang tua dan anak, yaitu dengan melibatkan anak(-anak) dalam perjalanan karir orang tuanya. Barangkali?

Kesamaan berikutnya dari kedua film tersebut adalah, baik Chef maupun Begin Again bicara soal passion. Dalam film Chef, Carl Casper (diperankan Jon Favreau) adalah seorang chef yang bekerja di sebuah restoran terkenal, yang sayangnya bukan miliknya sendiri.  Jadilah Carl Casper seorang chef yang hanya memasak apa yang ada di daftar menu restauran, bukan apa yang memang ingin ia masak.  Ketika ada seorang food blogger terkenal bernama Ramsey Michel datang, ia dipaksa menuruti keinginan sang pemilik restauran untuk memasak menu andalan di restauran tersebut. Hasilnya, seperti diduga, Ramsey menulis artikel berisi kritik pedas terhadap masakan Carl di blognya.

“…How time has changed. Over the last decade, Carl Casper has somehow managed to transform himself from the edgiest chef in Miami to the needy aunt that gives you $5 every time you see her in hopes that you will like her, but instead causes you to shrink from her cloying embrace which threatens to smother you in her saggy, moist cleavage. The signature app, intended to impress the country club brunch crowd, is the caviar egg. A shirred egg topped with a dollop of caviar is an excuse for the chef to overcharge us for his insecurity and lack of imagination…….”

Kritik pedas ini menjadi titik mula Carl akhirnya, mau tidak mau, keluar dari zona nyamannya sebagai seorang chef bayaran di restauran terkenal, dan membangun bisnis food truck. Bisnis yang mungkin tidak terkesan prestige, tapi ia lakukan dengan passion, dan membuatnya bahagia.

Di film Begin Again, passion pada musik ditunjukkan oleh Gretta yang ingin bermusik, tanpa harus ‘menjual’ karya musiknya, dan mengikuti selera pasar. Sebaliknya, Dave Kohl (mantan pacarnya) justru terjebak pada keharusan untuk mengikuti selera pasar, sehingga musik yang ia mainkan berubah total dari apa yang seharusnya. Dalam salah satu dialog antara Gretta dan Dave, tampak rasa kecewa Gretta pada Dave karena lagu yang ia ciptakan telah berubah dari lagu ballad menjadi lagu pop.

“Umm… I think you lost the song in the production. You know? I mean, okay, they’ve lost us. I wrote it as a ballad, and I don’t know, it sounds like a piece of stadium pop.” – Gretta

“Oh, yeah, but, I wanted them turn into a hit.” – Dave Kohl.

Film Chef dan Begin Again sama-sama mengajarkan saya, bahwa “Mengerjakan (apapun) dengan passion jauh lebih baik, daripada sekedar menjadikan passion sebagai pekerjaan, namun tidak menjalaninya dengan hati.” Selain karena isi cerita yang menarik, hal lain yang membuat saya jatuh cinta dengan kedua film ini adalah temanya: musik dan memasak. Anything about cooking and music is what I’m passionate about.

“So…. You could tell a lot about a person by their music playlist, and favourite menus.” – Begin Again with the Chef

Begin_Again_film_poster_2014Chef_2014

 

 

 

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Begin Again with the Chef”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s