Have a Safe Flight


Selama ini frasa “Have a safe flight” di telinga saya terdengar biasa saja. Hanya serupa basa-basi ketika mendengar atau mengetahui seseorang akan bepergian menggunakan moda pesawat terbang. Seolah level urgensinya masih di bawah “Hati-hati di jalan ya” untuk diucapkan ketika ada seseorang akan bepergian lewat jalan darat, seperti naik mobil, naik motor, kendaran umum, dan sebagainya.

Namun, semenjak kejadian pesawat Air Asia yang mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu, “Have a safe flight” menjadi sebuah doa penting bagi saya. Musibah, seringkali, terjadi di luar kehendak kita. Bahkan meski kita sudah berhati-hati, sudah mengikuti prosedur keselamatan yang baku, dan sudah berdoa sepanjang perjalanan, musibah bisa saja datang tanpa kita duga. Kita tidak pernah tahu, takdir seperti apa yang akan menjadi penutup cerita hidup kita.

Sungguh tak terbayang di benak saya, bagaimana perasaan keluarga korban saat mendengar kabar pesawat yang ditumpangi anggota keluarganya menghilang tanpa jejak. Mungkin masing-masing masih ingat dengan jelas, bagaimana orang yang mereka sayangi tadi pagi berpamitan hendak berlibur ke Singapura. Tak ada kesedihan, ataupun firasat buruk, yang ada hanya senyum sumringah dan semangat menyambut masa-masa liburan. Barangkali ada yang sempat berpisah di bandara dalam sebuah pelukan hangat, atau sekedar telepon singkat mengabarkan sebentar lagi akan masuk pesawat. Atau bisa jadi, ada yang tak sempat berpamitan, karena jadwal pesawat yang terlalu pagi. Atau bahkan, ada yang berpisah dalam suasana kurang enak, karena semalam sempat berselisih pendapat.

Maka, “Have a safe flight” seharusnya bukan lagi sekedar basa-basi salam perpisahan. “Have a safe flight” dan “Hati-hati di jalan” adalah doa yang sebaiknya diucapkan dengan ketulusan, agar yang sedang melakukan perjalanan benar-benar bisa kembali dengan selamat. Bukan hanya itu, ada baiknya juga kita jangan terlalu banyak menyimpan kesal dan amarah pada seseorang, karena belum tentu kita selalu diberi kesempatan untuk meminta maaf.

Saya jadi ingat cerita kakak kemarin saat saya masih di rumah. Salah seorang kawannya meninggal saat menjadi relawan bencana longsor di Banjarnegara. Padahal waktu berangkat dari Magelang, ia dalam kondisi sehat dan baik-baik saja. Umurnya baru sekitar 30an tahun, meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih kecil. Dia adalah sosok yang semasa hidup dikenal sebagai pribadi yang sangat baik, senang membantu orang lain, dan memang sering bertugas sebagai relawan sosial setiap kali ada bencana. Maka ketika dia meninggal, kebaikannya lah yang menjadi pengingat dan terus dikenang oleh orang-orang yang mengenalnya.

Buat saya, ini adalah pengingat. Hidup dan mati seseorang, menurut saya, adalah hak prerogatif Tuhan. Kita tidak pernah tahu berapa lama kita akan hidup, dan bagaimana kita akan mati. Yang kita bisa tahu adalah bagaimana kita menjalani hidup. Kita bisa memilih akan menjalani hidup yang seperti apa. Apakah baik atau buruk, bermanfaat atau justru merugikan orang lain, menyenangkan ataukah menyedihkan, selalu membantu orang lain atau justru jadi benalu. Kita berhak memilih, mau jadi seperti apa kita ketika masih hidup. Dan bisa jadi, pilihan itu akan menentukan, bagaimana kita dikenang orang ketika sudah tiada.

Ini memang bukan tema yang menyenangkan untuk dibahas. Tapi ini realitas yang pasti akan kita hadapi. Kematian adalah hal pasti, waktu dan caranya yang masih misteri. Perpisahan, dengan siapapun termasuk orang yang paling kita kasihi, suatu saat pasti akan terjadi. Mau tidak mau kita harus belajar melepaskan. Mau tidak mau kita harus belajar merelakan. Maka selalu berbuat baiklah, selalu menjadi baiklah, agar ketika masa itu tiba, perpisahan tidaklah penuh penyesalan. Maka belajarlah memaafkan, agar ketika harus berpisah, tidak lagi tersimpan beban…. apalagi dendam. Maka saling mendoakanlah, karena doa adalah sebaik-baik bentuk kasih sayang.

“Have a safe flight”, untuk siapapun yang akan berpergian dalam waktu dekat menggunakan pesawat terbang. Ini doa, bukan sekedar salam perpisahan. I mean it…..seriously. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s