Where is Your Home?


20150104-001546.jpg

Pico Ilyer memulai presentasinya yang bertajuk “Where is Home?” dengan pertanyaan di atas. Sebuah tema yang biasa, namun dibawakan dengan luar biasa oleh seorang Pico Ilyer di salah satu video TEDTalks yang baru-baru ini saya tonton.
Pertanyaan, “Asalnya dari mana?” adalah pertanyaan standar saat bertemu dengan orang baru. Akhir-akhir ini, pertanyaan sederhana tersebut ternyata bisa menghasilkan jawaban yang sangat rumit. Beberapa orang justru menjawab pertanyaan itu dengan pertanyaan lain, seperti, “Asal orang tua, atau….tempat lahir? Papa asli Minang, Mama campuran Jawa-Sunda, tapi aku lahir di Kalimantan dan besar di Jakarta.”

Jadi, asalnya dari mana? Entah.

Buat saya yang lahir dari keluarga Jawa tulen, lahir dan besar di Jawa, dan sampai sekarang keluarga masih tinggal di Jawa, pertanyaan “Asalnya dari mana?” adalah pertanyaan yang paling mudah dijawab. “Magelang” adalah satu-satunya jawaban yang akan saya berikan tanpa harus berpikir panjang.

Tapi kalau ditanya, “Rumahmu di mana?” seringkali saya bingung menjawabnya. Rumah bisa berarti “bangunan tempat tinggal secara fisik” (dalam bahasa Inggris disebut ‘house‘), atau berarti “asal dilahirkan, keluarga, dll” (dalam bahasa Inggris disebut ‘home‘). Bahkan bagi beberapa orang, home dimaknai sebagai orang atau hal yang paling dikasihi.

Seperti Pico Ilyer, yang justru mengasosiasikan kata Home dengan kekasih, sahabat, dan bahkan musik kesayangannya.

20150104-002559.jpg

Pun seorang Michael Bubble menciptakan lagu berjudul Home saat ia begitu merindukan mantan kekasihnya. Mungkin bagi Bubble, kekasih adalah rumah tempat ia pulang. Tempat hatinya bisa tinggal dengan nyaman.

Maybe surrounded by, a million people
I still feel all alone, I just wanna go home
I miss you, you know….”

Rumah adalah tempat di mana kita merasa nyaman. Mengutip apa yang disampaikan Pico Ilyer, rumah adalah tempat di mana kita bisa menjadi diri kita sendiri.

“And home, we know, is not just the place where you happen to be born. It is the place where you become yourself.” – Pico Ilyer

Buat sebagian orang, bisa jadi rumah bukanlah tempat ia dilahirkan, pun bukan yang melahirkannya. Rumah, mungkin, adalah tempat ia bisa menjadi dirinya yang bahagia. Itu artinya bisa saja sekolah, tempat kerja, tawa para sahabat, pelukan kekasih, tempat liburan, musik kesayangan, dan banyak hal lainnya.

Jadi, kalau ada pertanyaan, “Where is your home”…. apa jawabanmu? πŸ™‚

“And in the end, of course, home is not just the place where you sleep. It is the place where you stand.” – Pico Ilyer

Advertisements

7 thoughts on “Where is Your Home?”

  1. Seperti kata seseorang yang aku lupa siapa, “rumah adalah tempat di mana hati berlabuh.”
    Rumah baru terasa rumah kalau saat jauh darinya kita terus mengingatnya. Rindu itu, baik pada rumah yang fisik, rumah di hati orang-orang tersayang, maupun rumah di haribaan-Nya, kupikir merupakan alasan terkuat kita untuk berharap dan menyongsong esok hari yang kian tak mudah.
    Tapi da aku mah apa atuh… 😦

      1. Saya sudah lama mengambil kebijaksanaan kura-kura, bahwasanya rumah itu ada dalam diri kita sendiri. Dalam hati yang damai dan tentram. 😊

  2. Rumah adalah perasaan nyaman, antusias dikarenakan hubungan dgn sesama, sebuah aktivitas atau menikmati ciptaanNYA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s