Merapikan Memori


Hari ini mendadak saya pengin merapikan blog saya. Beberapa tahun ngeblog, baru sekali saya pernah merapikan blog tersebut. Saya bahkan sudah lupa kapan yang sekali itu saya lakukan. Akibatnya, blog saya memang terasa berantakan. Beberapa kategori saling overlap, pun terlalu banyak kategori yang saya buat sehingga isi blog menjadi kurang fokus. Mungkin pengunjung blog saya tidak begitu merasakan betapa berantakannya blog saya itu, karena beberapa di antara mereka hanya sempat baca satu-dua artikel. Tapi karna saya setiap hari mengakses blog tersebut, dan sering posting artikel sehingga harus merasakan betapa bingungnya memilih satu dari kategori-kategori tersebut… Ketidakrapian blog ini menjadi terasa mengganggu buat saya.

Ini juga berlaku untuk penyimpanan file di laptop/PC. Terkadang, saya terlalu buru-buru menyimpan file sehingga menaruhnya dengan asal. Terkadang, file dengan judul yang hampir sama tersimpan di beberapa tempat, sehingga membuat saya bingung saat akan menggunakan file tersebut. Misalnya file berjudul ‘Draft proposal xxx’, ‘Draft proposal xxx hampir final’, draft proposal xxx final’, ‘Draft proposal xxx final rev1”, ‘Draft proposal xxx latest update’, ‘Draft proposal xxx final banget’….. Duh, pening kepala awak. -__-*

Padahal, apa susahnya menghapus file lama yang sudah tergantikan dengan file revisi? Terkadang kita terlalu takut membuang file lama, takut kalau salah satu bagian dari file tersebut akan dibutuhkan lagi pada suatu hari nanti. Sama juga dengan barang. Seringkali saya menyimpan barang yang sudah tidak pernah saya pakai, tapi mau dibuang rasanya ‘sayang.’ Akibatnya, kamar saya selalu terasa penuh sesak. Sampai-sampai sering lupa saat mencari barang yang dibutuhkan, karena terselip di antara barang-barang lain yang bahkan disentuh pun tak pernah.

Well, saya jadi kepikiran soal memori di kepala saya. Jangan-jangan saya juga banyak menyimpan hal-hal yang sebenarnya sudah tidak perlu saya simpan. Hanya karena ‘sayang’ kalau dibuang, hal-hal tersebut masih tersimpan rapi di benak. Bisa jadi itu membuat pikiran saya terasa sesak, sehingga banyak hal-hal penting yang justru terselip di ingatan, begitu susah saat ingin dikeluarkan.

Omongan negatif teman, misalnya…. Atau nilai jelek saat sekolah dulu, impian-impian yang gagal tercapai, kesalahan-kesalahan bodoh yang sering saya lakukan, kejahatan yang entah sengaja atau tidak saya lakukan, kenangan bersama seseorang yang mungkin dia sendiri sudah lupa, kejadian-kejadian buruk di masa lalu, pelecehan seksual yang pernah saya terima saat kecil, penyesalan-penyesalan yang sudah tak bisa diulang….dan masih banyak lagi. Buat apa semua itu saya simpan, toh terus mengingatnya tidak membuat waktu lantas berputar dan memperbaiki keadaan.

Membuang kenangan memang tidak semudah memencet Ctrl+shift+del di keyboard komputer, atau ‘klik kanan – delete’ dengan mouse kita. Tapi yang perlu diingat, meski kenangan tak bisa dihapus permanen dari memori otak kita (kecuali ada gangguan), ia bisa disimpan di ‘recycle bin’ yang kita ciptakan. Ada alat yang bisa kita gunakan untuk merapikan folder-folder di memori otak kita…. Namanya: Prioritas!

Sudah saatnya kita merapikan memori kita. Membuang ingatan-ingatan yang tak perlu, memilah mana hal-hal yang menjadi prioritas, mana yang bukan. Kalau perlu, Perbesar ruang untuk menyimpan kebahagiaan dan hal-hal positif lainnya. Persempit ruang untuk menyimpan kesedihan, kekecewaan, kemarahan dan hal-hal negatif lainnya. Karena percayalah….hal-hal positif itu akam terus kita butuhkan untuk menghadapi hidup ke depan. Hal-hal negatif hanya akan digunakan oleh dendam….buat apa disimpan? 😉

Advertisements

One thought on “Merapikan Memori”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s