Hidup dan Perjalanan


Hidup terkadang seperti sedang menempuh sebuah perjalanan.

Ada saat dimana kita harus berhenti, hati-hati…atau terus berjalan tanpa ragu. Ada saat dimana kita ditegur dan diingatkan saat kita lalai dan melanggar peraturan. Ada kalanya kesalahan yang kita lakukan harus dibayar mahal…ada saatnya pula kita begitu mudah dimaafkan.

Perjalanan yang kita tempuh tak selalu lancar. Kadang tersendat, bahkan stuck di satu titik untuk beberapa saat…tanpa jalan keluar. Kadang kita harus berhadapan dengan jalan buntu, terkadang pula…jalan yang biasa kita lalui tiba-tiba tertutup aksesnya, sehingga kita harus mencari jalan baru.

Bahkan di saat jalanan lancar dan baik-baik saja, sering muncul masalah-masalah kecil yang tak diduga…. Ban bocor di tengah sepinya jalan, bensin yang hampir habis padahal pom bensin masih jauh, mesin yang tiba-tiba ngadat, kendaraan lain yang tiba-tiba menyerempet, atau orang iseng yang tiba-tiba ngambil spion tanpa ijin.

Sama seperti kehidupan kita. Seringkali masalah muncul di saat yang tak terduga. Anggota keluarga yang tiba-tiba sakit, atau bahkan meninggal… Laptop kecurian di saat besok sidang skripsi atau presentasi di depan klien, badan sakit sesaat sebelum bepergian, bersitegang dengan teman di saat kita butuh bantuan, berpisah dengan pasangan menjelang pernikahan….. Dan banyak hal tak terduga lainnya.

Hidup memang terkadang seperti sebuah perjalanan.

Semacet apapun kondisi jalanan, yakinlah bahwa kita akan sampai ke tujuan. Cari alternatif jalan lain….atau bersabar. Itu lebih baik daripada mengutuk keadaan, bukan?

Kita tidak akan kehabisan bensin di jalan, jika sebelum melakukan perjalanan kita sudah isi bensin terlebih dahulu. Pun kerusakan mesin bisa diminimalisir jika kita rajin servis kendaraan. Tapi bahkan meski sudah waspada, pencuri spion masih bisa juga mengambil kesempatan. Bahkan meski kita sudah berhati-hati, pengendara lain yang lalai bisa mencelakakan kita. Pada akhirnya kita harus paham… Ada masalah-masalah yang bisa dicegah dengan persiapan, ada yang kedatangannya hanya bisa dihadapi dengan ikhlas dan sabar.

Kalau tidak ingin ditegur dan harus ‘membayar’ mahal, lebih baik patuhi peraturan. Toh, peraturan-Nya dibuat untuk membuat hidup kita lebih baik. Tuhan sudah memberi tanda kapan kita harus berhenti, kapan kita harus berhati-hati….kapan kita harus meneruskan perjalanan. Terkadang kita hanya terlalu bebal dan tidak mau membaca tanda-Nya.

Untuk maju kita harus memulai sebuah perjalanan. Untuk berpindah dari satu titik ke titik lain kita harus melakukan perjalanan. Maka perjalanan adalah sebuah keniscayaan. Diam mungkin terlihat aman, tapi tidak akan membawa kita kemana-mana. Jadi…. Apapun Kondisi lalu lintas yang akan kamu hadapi, mulailah perjalananmu sehari-hari dengan riang gembira. Dengarkan musik kesukaanmu untuk menghilangkan rasa bosan. Berdoalah sebelum mulai menghadapi lalu lintasmu hari ini…

Ingat. Spion memang dibutuhkan saat kita ingin melihat ke belakang. Tapi jangan terlalu lama melihat ke arah spion. Perjalananmu itu arahnya ke depan, bukan ke belakang. Kamu tidak akan sampai ke tujuan kalau selalu melihat ke belakang. Paham kan?

Dan satu hal. Perjalanan akan lebih menyenangkan jika kamu punya teman. Terkadang kita memang harus sendiri dulu menghadapi kondisi lalu lintas yang membosankan, dan bahkan memuakkan. Terkadang teman perjalanan kita yang justru membosankan dan memuakkan, sehingga terpaksa harus kita turunkan di jalan. Atau bahkan kita yang diturunkan?
Terkadang, teman yang dirasa menyenangkan lebih memilih melakukan perjalanan dengan orang lain, bukan kita. Terkadang…. Ada seseorang yang sering melintas di hadapan, tapi karena arah tujuan berlawanan jadi tak pernah bisa berjalan bersisian. Ada seseorang yang mungkin selalu kita kejar, berharap suatu saat langkahnya bisa sejajar. Tapi sayang…. tak sedikitpun ia menolehkan kepala, menyadari keberadaan kita.
Apapun itu… Percayalah, suatu saat kita akan mendapatkan teman perjalanan. Siapapun itu… Semoga ia adalah teman perjalanan yang menyenangkan, dan selalu searah.

Semoga itu kamu. ๐Ÿ˜‰

Advertisements

9 thoughts on “Hidup dan Perjalanan”

  1. ketika melewati tanjakan yang berlubang, tetap semangat dan sabar
    dan ketika melewati turunan yg halus pelan-pelan saja sambil mengumpulkan tenaga untuk jalan berliku dan tanjakan berikutnya
    dan tariklah nafas panjang saat jalan lurus membentang
    tetap fokus dan tersenyum ^_^

    melihat kehidupan dan perjalananmu selalu membuatku semangat..inspiring woman…
    love you..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s