Kenapa Daniel Sahuleka?


Ini waktu Daniel Sahuleka perform di Kota Tua Creative Festival. Photo taken by @efenerr
Ini waktu Daniel Sahuleka perform di Kota Tua Creative Festival. Photo taken by @efenerr

“Sopo sih Daniel Sahuleka?”

Tanya seorang teman di twitter, sesaat setelah saya nge-tweet soal dia. Memang tak banyak yang mengenal sosok Daniel Sahuleka, apalagi anak-anak ‘generasi sekarang’. Saya juga generasi (agak) sekarang sebenarnya, generasi Y kata para pakar bisnis. Trus, kenapa saya tahu Daniel Sahuleka??

Pertama kali mengenal penyanyi ini adalah saat dia tampil live di acara musik Indosiar, lupa tahun berapa. Saat itu, tentu saja, rating TV swasta ini masih cukup bagus, belum terpapar film-film kolosal dubbing-an. Setiap malam Minggu ada sebuah acara live music (lupa namanya apa), yang tak pernah absen saya tonton. Di situlah saya melihat seorang pria berumur dengan rambut keriting acak-acakan, tampang sih tak seberapa, tapi waktu dia nyanyi…. saya meleleh.

 

“You make my world so colourful

I’ve never had it so good

My love, I thank you for all the love you gave to me….”

 

Since then… I believe that ‘love at the first sight’ is real. Saya jatuh cinta pada sosok Daniel Sahuleka, jatuh cinta pada suara ‘cempreng’-nya yang seksi, jatuh cinta pada musiknya, jatuh cinta pada lagunya yang sangat romantis.

Sejak saat itu, saya mulai cari tahu tentang Daniel Sahuleka. Saya mulai cari lagu-lagunya yang lain… dari ‘Don’t Sleep Away the Night’, ‘The Rain’, sampai ‘If I Didn’t’. Memang tidak semua lagunya saya tahu dan saya suka. Tapi beberapa judul yang saya sebutkan tadi adalah lagu-lagu legend milik Daniel Sahuleka yang menurut saya wajib didengar oleh siapapun pecinta musik di Indonesia. Kenapa Indonesia?

Ya. Karena Daniel Sahuleka adalah orang Indonesia. Pria keturunan Ambon-Sunda ini lahir 6 Desember 1950, di Semarang. Namun sejak kecil, ia sudah diboyong keluarganya ke Belanda. Jadilah ia orang Indonesia yang (mungkin pertama) terkenal di Eropa. Yup… Anggun is not the first Indonesian singer that being famous in Europe, Daniel Sahuleka did it years ago. 😀

Anyway, suatu hari tanpa sengaja saya menemukan buku biografi Daniel Sahuleka. Bukunya sih tipis, tapi buat saya isinya sangat berharga. Dari buku itu saya tahu, lagu-lagu yang diciptakan Daniel Sahuleka banyak yang terinspirasi kisah nyata. Lagu ‘You Make My World So Colourful’, misalnya, yang membuat saya jatuh cinta pada pendengaran pertama. Lagu ini ditulis Daniel di suatu pagi, saat ia terbangun di kamar tidurnya. Sinar matahari pagi menerobos masuk kamarnya, dan tepat mengenai wajah istrinya. Mungkin saat itu ia merasa sangat beruntung memiliki seseorang seperti istrinya, hingga ia terinspirasi menulis sebuah lagu romantis…yang liriknya diawali dengan “Morning sunshine in my room….”

Di bagian ini saya benar-benar meleleh. Tak bisa dibayangkan betapa besar rasa cinta Daniel terhadap istrinya, sampai tercipta lagu seromantis itu. Pun begitu beruntungnya sang istri, memiliki seseorang seromantis Daniel Sahuleka. Ahh… lagu ini benar-benar bisa memunculkan aura romantis buat saya.

Daniel Sahuleka memang sudah tidak lagi tinggal di tanah kelahirannya, namun kecintaanya pada Indonesia rupanya masih tertanam sangat kuat. Meski pernah tertipu saat kedatangannya pertama di Indonesia, namun Daniel Sahuleka tak pernah lupa untuk kembali lagi kesini. Ada kejadian unik memang saat ia kembali ke tanah air untuk pertama kalinya. Waktu itu sekitar tahun 1990-an, ia kembali ke Indonesia untuk menghibur para penggemarnya. Rupanya, ada label rekaman yang tertarik untuk mengajaknya kerjasama. Belakangan, dari pihak label ternyata tidak membayarkan royalti kepada sang penyanyi.

Hebatnya Daniel Sahuleka, kejadian buruk itu tidak lantas membuatnya kapok untuk kembali lagi ke tanah air. Justru ia kembali lagi ke Indonesia untuk membuktikan rasa cintanya pada tanah kelahirannya. Beberapa kali ia ke Indonesia untuk mengadakan charity concert saat terjadi bencana. Ia bahkan menyumbang hampir Rp 33juta untuk korban erupsi Merapi tahun 2010 silam (sumber: wikipedia). Betapa Daniel Sahuleka mengajarkan pada kita, bahwa cinta itu bukan soal apa yang diucap, tapi apa yang dilakukan untuk membuktikannya.

Daniel Sahuleka sudah membuktikan kecintaannya pada musik. Usianya sudah 60-an, tapi semangatnya bermusik tak pernah padam. Terbukti malam minggu kemarin, ia tampil di acara ‘Kota Tua Creative Festival’. Usia boleh terus bertambah, tapi penampilan dan suaranya tak pernah berubah. Meski hanya bisa menikmati secuil penampilannya dari video salah seorang teman yang berkesempatan menonton, tapi saya bisa merasakan euforia para penggemarnya, pun suaranya yang sangat unik.

Daniel Sahuleka is a true legend. Dia adalah salah satu musisi hebat yang saya kenal. Musiknya tidak pasaran, tidak pula sekedar ‘easy listening’ seperti kebanyakan musik-musik sekarang. Dia, yang telah mengajarkan saya arti musik dan musisi yang sebenarnya, sekaligus mengajarkan bagaimana jatuh cinta dan mencintai dengan benar. Mencintai yang tak cuma lewat kata, tapi dengan perilaku yang membuktikannya.

 

“Love is not only something you feel or what you say. It is something you do and you prove it.” – David Wikerson

 

Advertisements

3 thoughts on “Kenapa Daniel Sahuleka?”

  1. agree with you 🙂 ….daniel sahuleka is the greatest indonesian musician ever after … pengeennn banget punya kesempatan ketemu beliau ..

  2. Selamat malam, 6 Desember 2014 nanti Daniel Sahuleka akan tampil di Universitas Padjadjaran Bandung. Untuk info lebih lengkap check twitter @PASIFIC_FEB ya, terima kasih 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s