Cracking Values: Tata Nilai Perusahaan sebagai Pijakan Meraih Sukses!


photoCracking Values adalah judul buku terbaru Prof. Rhenald Kasali, Ph.D , diterbitkan oleh Gramedia pada penghujung tahun 2012. Buku ini hadir dari kegelisahan akan kondisi tata nilai sosial bangsa yang tampak mengalami kemunduran: masyarakat yang tidak peduli lagi pada sekitar, kriminalitas yang lambat laun menjadi hal wajar, korupsi yang merajalela, atau para pejabat yang tak memiliki integritas. Ketika semua diteliti, rupanya faktor ‘tata nilai’ atau value-lah yang menjadi kunci penting atas apa yang terjadi. Masyarakat kini mulai kehilangan tata nilai, maka untuk menjadikan bangsa ini kuat, tata nilai harus mulai dibangun kembali.

Ada beberapa poin penting yang dibahas dalam buku ini. Pertama, pentingnya tata nilai dalam kehidupan berbangsa. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang juga memiliki tata nilai yang kuat. Sebut saja Singapura. Singapura menjadi salah satu negara yang diperhitungkan dunia, salah satunya karena tata nilai yang ia kembangkan. Beberapa core values negara Singapura di antaranya: Kepentingan masyarakat diutamakan, keluarga adalah bangunan utama bangsa, menghormati hak-hak individu dan mendorong komunitas untuk menolong orang-orang yang tidak beruntung, pemecahan masalah berdasarkan kesepakatan bersama, dan hubungan yang harmonis. Selain itu, China dan Jepang juga merupakan contoh bangsa maju yang mengedepankan tata nilai. China dengan ajaran Konfusiusnya, dan Jepang dengan semangat Bushido-nya.

“Orang yang luar biasa itu sederhana dalam ucapan, tetapi hebat dalam tindakan.”

“Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak gagal, tapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh.”

Dua kalimat di atas adalah penggalan dari ajaran Konfusius, yang sampai detik ini masih menjadi landasan pijakan bangsa China. Indonesia juga sebenarnya memiliki tata nilai yang baik, yang biasa kita sebut dengan istilah ‘kearifan lokal.’ Sayangnya kearifan lokal tersebut lambat laun kian luntur.

Poin kedua yang dibahas dalam buku ini adalah terkait Tata Nilai Korporasi (corporate values). Tata nilai adalah landasan perusahaan, yang akan menentukan perusahaan itu mundur, jatuh, atau meraih kesuksesan. Ada banyak contoh perusahaan yang ‘jatuh’ karena absennya values. Salah satunya adalah kasus Enron. Kasus Enron menjadi pelajaran penting bagaimana sebuah perusahaan melanggar tata nilai yang diciptakannya sendiri.

“We work with customers and prospects openly, honestly, and sincerely. When we say we will do something, we will do it, when we say we cannot or will not do something, then we can’t do it”

– Tata nilai Enron.

Tata nilai Enron yang begitu indah ternyata tidak didukung implementasi para eksekutifnya. Hanya dalam tempo setahun, Enron diterpa skandal kebohongan, manipulasi dan korupsi. Sebaliknya, Johnson & Johnson justru tumbuh kuat karena tata nilai yang dianut dan dijalankannya. Meski pernah didera kasus besar, dimana salah satu obat sakit kepala yang diproduksinya (Tylenol) diduga terkontaminasi racun sianida, namun Johnson & Johnson dapat bangkit merebut kepercayaan pasar kembali. Johnson & Johnson mengambil resiko besar dengan menarik SEMUA produk Tylenol yang telah beredar di pasar, dan menggantinya dengan produk baru. Tindakan ini mengurangi kecemasan massal yang muncul di masyarakat. Belakangan diketahui, ada oknum yang sengaja menyuntikkan sianida pada produk Tylenol yang akan didistribusikan. Meski sempat mengalami kerugian, namun berkat konsistensinya dalam mengedepankan kesehatan dan keselamatan pelanggan, Johnson & Johnson dapat bangkit kembali dan bertahan hingga sekarang.

Poin ketiga, sekaligus terakhir, yang juga penting adalah bagaimana kita harus beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, dengan merubah tata nilai. Perusahaan harus selalu siap ‘cracking their old values’, lalu menyesuaikan atau merubahnya menjadi tata nilai yang sesuai dengan kondisi yang sedang dihadapi. Salah satu contoh perusahaan yang berhasil melalukan cracking values adalah Pertamina. Pertamina dulu adalah perusahaan minyak & gas yang memonopoli pasar migas di Indonesia. Kondisi ini membawa Pertamina pada kondisi yang ‘sakit’, dimana sumber daya manusianya tidak kompetitif, bahkan cenderung koruptif. Maka pada tahun 2006, Ari Soemarno (Direktur Utama Pertamina kala itu), mencanangkan tata nilai 4C: customer focus, competitive, confident, clean. Pada tahun 2008, tata nilai tersebut ditambahkan commercial dan capable, sehingga menjadi 6C sampai sekarang. Praktek-praktek bisnis Pertamina harus selaras dengan tata nilai tersebut. Salah satu contohnya adalah SPBU ‘Pasti Pas’, yang mengedepankan pelayanan kepada pelanggan, sekaligus usaha untuk lebih kompetitif dengan SPBU lain.

UU Migas No.21 tahun 2002 telah ‘menampar’ Pertamina cukup keras. Jika saat itu tidak dilakukan cracking values, bisa jadi hari ini Pertamina hanyalah sebuah sejarah di dunia migas Indonesia.

Menurut saya, buku Cracking Values ini wajib dimiliki oleh siapapun yang sedang belajar tentang manajemen korporasi, dan siapapun yang ingin meraih sukses di bidang bisnis. Perumusan tata nilai perusahaan bukanlah sebuah langkah kecil, bukan pula sebagai pelengkap Visi-Misi. Tata nilai akan menentukan jatuh bangunnya sebuah perusahaan, bahkan sebuah negara. Dulu bangsa Indonesia menjadikan Pancasila sebagai pijakan dalam bernegara, kini ia mulai terlupakan. Perjalanan bangsa pun kini tampak terseok-seok, tertatih-tatih. Masyarakat mulai terluka. Terluka oleh janji-janji manis menjelang pemilu, oleh koruptor dengan berbagai label, oleh masyarakat lain yang tak lagi peduli, oleh peraturan yang begitu mudah dilanggar, oleh hukum yang semakin bepihak, oleh diskriminasi dan rasisme yang semakin muncul di permukaan. Kita sudah mulai kehilangan Pancasila…. barangkali sudah saatnya pula bangsa ini melakukan cracking values. Membangun ‘Pancasila’ baru. Barangkali?

Advertisements

One thought on “Cracking Values: Tata Nilai Perusahaan sebagai Pijakan Meraih Sukses!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s