Let’s share the positive


Saya seringkali jadi tempat curhat orang…yang biasanya berakhir dengan si pencurhat menceritakan keburukan orang lain. Misalnya, A bercerita betapa sengsara hidupnya karna punya bos yang begini, begitu, begono. Intinya si bos itu menyebalkan. Jadi…kuping saya ini sudah banyak sekali mendengar cerita tentang keburukan atau kejelekan orang lain. Saya jadi tau si X ini hobinya membual, si Y suka ngomong kasar, si Z mulutnya bau…dan sebagainya.

Efeknya apa? Secara nggak sadar saya terpengaruh dengan cerita-cerita tadi. Kalau lagi ngobrol sama si X, saya jadi mikir ‘ini beneran nggak ya yang dia omongin?’, kalau ketemu sama Z saya berusaha menghindar, karena takut kena bau mulutnya. Padahal…belum tentu yang diceritakan si pencurhat itu benar! Bisa jadi itu hanya perspektif dia saja..yang lantas mempengaruhi perspektif saya terhadap orang2 yang dia ceritakan.

Saya jadi ingat sebuah cerita yang saya baca di buku Happines Inside karya Gobind Vasdevh, seperti berikut ini:

Pada suatu hari, seorang pria berjumpa dengan Socrates dan berkata, “Tahukah Anda apa yang baru saja saya dengar mengenai salah seorang teman Anda?” Socrates lantas menjawab, “Sebentar…Sebelum memberitahukan saya sesuatu, saya ingin Anda melewati sebuah ujian kecil. Ujian tersebut dinamakan Ujian Saringan Tiga Lapis…
“Saringan tiga lapis? Tanya pria tersebut.
“Betul,” lanjut Socrates, ‘sebelum Anda mengatakan pada saya mengenai teman saya, ada baiknya untuk menyediakan waktu sejenak dan menyaring apa yang ingin Anda katakan.”
“Saringan pertama adalah KEBENARAN. sudah pastikah apa yang inginAnda sampaikan itu benar?
“Tidak,” kata pria itu. “Sesungguhnya saya baru mendengarnya dan ingin memberitahukannya pada Anda.”
“Baiklah…sekarang mari kita coba saringan kedua, yaitu KEBAIKAN. apakah yang ingin Anda katakan pada saya itu sesuatu yang baik?
“Tidak, sebaliknya justru tentang hal yang buruk.”
“Jadi…Anda ingin mengatakan pada saya sesuatu yang buruk mengenai dia, dan Anda tidak yakin apakah itu benar atau tidak. Baiklah, barangkali Anda masih bisa lulus saringan ketiga, yaitu KEGUNAAN. apakah cerita yang ingin Anda sampaikan itu akan berguna buat saya?
“Tidak, sungguh tidak.” jawab pria itu.
“Jika begitu,” simpul Socrates, “Jika apa yang ingin Anda sampaikan itusesuatu yang tidak benar, tidak juga baik, bahkan tidak berguna bagi saya,mengapa Anda ingin menceritakannya pada saya?”

Atau dengan bahasa lain…Jika cerita yang hendak kau sampaikan adalah sebuah kebenaran, bercerita tentang kebaikan, dan akan memberikan manfaat buatku, maka aku siap mendengarkan ceritamu itu.

Nah…seringkali kita menceritakan sesuatu hal kepada orang lain tanpa terlebih dulu menyaringnya dengan 3 hal di atas. Misalnya, kemarin saya lihat A makan berdua dengan si B, padahal A itu pacarnya si C. Barangkali hari ini saya sudah bergosip dengan E bahwa si A selingkuh dengan si B. Padahal kan bisa jadi A hanya kebetulan bertemu B, atau mereka sedang membicarakan tugas kuliah/ kerjaan, dan kemungkinan2 lain… Kalaupun mereka benar2 selingkuh, nggak ada manfaatnya juga kalau itu saya ceritakan ke E.

Intinya adalah… Nggak ada baiknya menceritakan keburukan seseorang kepada orang lain. Kita nggak akan jadi lebih baik dengan menceritakan keburukan orang lain…dan orang yang bersangkutan juga gak akan jadi lebih baik. Masalah nggak akan selesai, justru semakin besar dan tambah ruwet. Saya juga sering menceritakan kekesalan saya pada seseorang ke sahabat2… Tapi biasanya saya mencoba memberikan cover both side. Artinya, saya tidak hanya memaparkan kejelekan si orang tersebut, tapi juga menyampaikan sisi baiknya. Misalnya, saya seringkali bercerita betapa atasan saya itu menyebalkan, nggak bisa mimpin, komunikasinya buruk, dan nggak bisa membagi tugas dengan baik. Tapi biasanya di akhir cerita saya tambahkan, “Tapi personally orangnya baik…agamanya bagus, dan dia mau menerima saran dari anak buahnya…”, dan sebagainya.

Saya percaya bahwa setiap orang punya sisi baik maupun sisi buruk. Tidak mungkin tidak, karena semua orang tidak dilahirkan sempurna…. Dan Tuhan cukup adil untuk memberikan kebaikan, meski sedikit, pada setiap apapun yang Ia ciptakan. Maka jangan berlaku tidak adil, dengan hanya menceritakan satu sisi saja dari seseorang, kepada orang lain, apalagi kalau itu sisi buruknya. Ibaratnya kita memegang sebuah kubus yang masing2 sisinya berwarna merah, hijau, kuning, hitam, biru, dan ungu. Kalau kita hanya fokus pada sisi yang berwarna hitam, maka hitam itu pula yang akan kita ceritakan kepada orang lain…dan barangkali akan membuat orang lain itu berpikir si kubus hanya berwarna hitam. Cobalah lihat sisi yang lain, karena barangkali ada sisi lain yang warnanya lebih menarik, lebih kita suka, dan lebih baik ketika itu diceritakan pada orang lain.

Sekarang saya sedang belajar…belajar untuk lebih menyaring apa yang mau saya ceritakan pada orang lain. Dan belajar untuk tidak terpengaruh pada cerita orang yang saya belum tahu kebenarannya. Saya tidak mau berpikir bahwa si A itu jahat, kecuali saya melihat dengan kepala saya sendiri ketika si A melakukan sebuah kejahatan. Saya juga tidak akan ragu untuk menegur orang yang saya anggap salah, alih-alih menceritakan kesalahannya pada orang lain. Kalau orang tersebut tidak mau memperbaiki kesalahannya… Yasudah, Tuhan saja tidak akan merubah suatu kaum kecuali kaum itu merubah nasibnya sendiri. Daripada repot-repot mikirin keburukan orang lain, mendingan kita mikir gimana caranya kita jadi orang yang lebih baik dari si orang tersebut.

Let’s share the positive, and screen the negatives out of our mind. Pilih cerita yang memang benar, baik, dan bermanfaat… Setidaknya meski kita bukan siapa-siapa, kita bermanfaat buat orang lain dengan menceritakan hal2 yang bermanfaat saja. Susah mungkin…tapi nggak ada salahnya dicoba. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s