No Complaining Day


Ada sebuah cerita menarik dalam buku “Happiness Inside” karya Gobind Vashdev, tentang sepasang kakek-nenek yang hidupnya bahagia, selalu tersenyum dan berpikir positif untuk apapun yang mereka hadapi. Kuncinya sederhana saja, mereka tidak pernah mengeluh. Sederhana dari mana? Emangnya gampang gak mengeluh setiap hari, sementara kita selalu dihadapkan pada ketidaksempurnaan?
Loh, bukankah memang di dunia ini tidak ada yang sempurna? Mengeluh pada ketidaksempurnaan itu tidak akan membuatnya menjadi sempurna, bukan?
Hujan tidak akan langsung berhenti,meski ada jutaan orang yang mengeluh karnanya. Pekerjaan kita tidak akan berkurang jika kita terus-terusan mengeluh. Orang sakit tidak akan sembuh hanya dengan mengeluh, dan bos kita yang galak tidak lantas menjadi baik meski kita setiap hari mengeluh tentangnya.
Mengeluh itu tidak akan menyelesaikan masalah. Mengeluh hanya akan membuat perasaan kita menjadi tidak nyaman. Mengeluh hanya akan membuat kita jauh dari syukur.

Padahal, salah satu kunci menuju kebahagiaan adalah gratitude, atau rasa syukur. Bersyukur adalah bentuk terima kasih kita pada Tuhan atas apa yang telah diberikanNya. Dengan bersyukur kita akan jauh dari rasa kekurangan. Dengan kata lain, kita akan merasa ‘kaya’ dengan bersyukur. Maka orang yang bersyukur hidupnya lebih damai, lebih tenang, lebih ‘adem’. Maka mudah pula baginya untuk mencapai kebahagiaan.

Bersyukurlah untuk setiap hal, sekecil apapun, yang kita terima dalam hidup. Bersyukur untuk hari hujan karena udara tak lagi panas,bersyukur meski sedang dilanda musibah karena setidaknya kita masih diberi nyawa….

Syukurilah setiap nikmat Tuhan dengan tidak mengeluh. Tidak mengeluh berarti selalu berpikir positif pada apapun yang kita hadapi. Pada pekerjaan yang menumpuk di kantor, misalnya. Bukankah kita beruntung diberi banyak kepercayaan untuk mengerjakan tugas2 itu? Di luar sana, ada jutaan orang yang masih berjuang untuk mencari pekerjaan, dan yang mungkin sangat menginginkan posisi kita.

Kebiasaan baik memang akan terasa sulit untuk dimulai. Tapi bukankah memulai kebiasaan baru itu memang butuh proses belajar? Sama halnya dulu saat kita belajar berjalan, belajar naik sepeda, atau belajar mengeja huruf A-B-C-D. Awalnya pasti terasa sulit, tapi kini semua terasa mudah dilakukan.

Mari memulai kebiasaan baik untuk tidak mengeluh pada apapun hal ‘buruk’ yang kita temui. Karena baik atau buruk sesuatu itu tergantung bagaimana kita memandangnya. Alih-alih berpikir negatif, lebih baik merubah pandangan kita menjadi positif. Bukankah dunia menjadi gelap ketika kita memakai kacamata gelap! Maka kalau kita ingin melihat dunia selalu indah, pakailah kaca mata keindahan. Kalau kita ingin dunia menjadi positif, pakailah kacamata positif.

Caranya sederhana saja…tetapkan satu hari saja dalam seminggu dimana kita tidak mengeluh. We can call it ‘No Complaining Day’ atau hari tidak mengeluh. Satu hari saja, dan kita akan merasakan betapa besar manfaatnya. Satu hari saja, dan kita akan lebih mudah tersenyum melihat dunia πŸ˜‰

“Let’s put a big smile to the world, and it will smile back to us” πŸ™‚

Advertisements

3 thoughts on “No Complaining Day”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s