Sedetik untuk Selamanya


Taman Air Awet Muda Narmada ~ Lombok Barat
Taman Air Awet Muda Narmada ~ Lombok Barat

Aku menatap permukaan air yang sedikit bergelombang di depanku. Kuambil segenggam air dengan kedua tanganku, lalu cepat-cepat kubasuhkan ke wajahku. Air di kolam Narmada ini terasa dingin, membuat sel-sel di kulit mukaku serasa dibangunkan dari tidurnya yang panjang. Aku menutup kelopak mataku sejenak, menikmati sensasi dinginnya air kolam Narmada di kulit wajahku.

“Hahaha…tak kusangka kamu percaya kalo air kolam Narmada bisa bikin awet muda.”

Tak kupedulikan suara tawa bernada sember di belakangku. Kuambil lagi segenggam air dengan kedua tanganku, dan lagi-lagi kubasuhkan air dingin itu ke wajahku. Terlepas dari apakah mitos itu benar atau tidak, aku sangat menikmati sensasi air dingin kolam itu ketika menyentuh kulit wajahku. Toh, hanya di sini aku bisa menemukan air sesegar dan semurni ini. Di Jakarta mana ada?

Klik!

Hey…what the hell are you doing?” Aku berusaha merebut kamera di tangan Rama. Aku benci difoto diam-diam. Well, aku benci difoto, lebih tepatnya. Sama bencinya aku dengan cermin. Menurutku, cermin dan foto hanya akan menjebak kita pada manipulasi realitas diri. Seringkali aku melihat teman-temanku menghapus foto mereka yang dirasa jelek, dan memamerkan foto mereka yang dianggap bagus di berbagai jejaring sosial. Lantas mereka tertawa bahagia ketika ada yang berkomentar, “Ihh…foto kamu bagus deh.”  Sama halnya ketika bercermin. Aku seringkali dibuat heran dengan teman-temanku yang bisa berubah moodnya setelah bercermin. “Ihh…kok aku keliatan lebih gendut sih kalo ngaca di sini?” begitu kata temanku suatu hari di sebuah toilet mall. Sejak saat itu, dia tidak mau lagi makan malam. Ahh…kenapa mereka lebih percaya pada cermin dan lensa kamera ketimbang diri mereka sendiri?

“Kamu lebih cantik kalo difoto diam-diam.” Rama menatapku sambil tersenyum. Wajahnya tampak sangat puas.

“Eh btw…kamu tahu nggak kenapa aku suka fotografi?”

Aku menggeleng pelan. Demi melihat senyum bahagia di wajahnya, aku urung merebut kamera di tangan Rama.

“Karena kamera itu ajaib. Hanya sekali klik, mungkin tak lebih dari sedetik, ia bisa menyimpan sebuah kenangan untuk selamanya. Kayak foto kamu ini…hanya butuh sedetik untukku bisa menyimpan senyum bahagia di wajahmu, dan bisa kulihat lagi sampai kapanpun. Selama sepuluh tahun lebih kita sahabatan, mungkin tak sampai sepuluh kali aku bisa melihatmu tersenyum. Sekarang aku bisa melihat senyum kamu setiap hari, setiap detik bahkan. Hebat kan? Hahaha…”

Aku tersenyum jengah.  Ada debar tak wajar di dadaku setiap melihat Rama tertawa. Selalu begitu sejak pertama kami bertemu, dan aku selalu gagal mendefinisikannya.

“Cinta bukan untuk didefinisikan…tapi dirasakan, lalu diungkapkan,” begitu kata seorang teman setelah mendengar ceritaku tentang Rama.

Apakah ini cinta? Hatiku bertanya dalam diam, untuk kali kesekian.

“Ram…”

“Hmmm…” Tidak sedikitpun Rama menolehkan kepalanya ke arahku. Ia sedang berdiri tak bergeming, mengintip sepasang kupu-kupu yang sedang bercumbu di atas sebuah kelopak bunga, dari balik lensa kameranya.

“Aku suka kamu.”

Klik! Suara shutter kamera mengagetkanku, mengagetkan sepasang kupu-kupu yang langsung terbang menjauh, bahkan sepertinya mengagetkan Rama yang langsung menoleh menatapku. Ekspresi wajah dan tatapan matanya tak bisa kudefinisikan, seperti bukan Rama yang selama ini kukenal.

Aku menundukkan kepalaku dalam-dalam, menyembunyikan malu yang tak bisa kutahan. Entah apa reaksi Rama, entah apa jawaban yang akan ia berikan. Entah apapun itu….semoga momen satu detik tadi membuatku bahagia untuk selamanya.

Klik!

“Muka kamu lucu banget…hahaha!” Rama tertawa. Entah kenapa tawanya terdengar berbeda dari biasanya, ia tampak sangat bahagia!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s