My Greatest Guru ^_^


Guru, menurut KBBI, adalah ‘orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar.’ Dalam berbagai definisi pun, tentu saja seorang guru (termasuk juga dosen) adalah seorang pengajar. Artinya, seorang guru adalah mereka yang mengajarkan pada kita sesuatu ilmu. Menurut saya ilmu yang dimaksud tidak sekedar ilmu akademis, namun juga ilmu-ilmu lain seperti ilmu agama, etika, bahkan ilmu kehidupan. Maka dalam hal ini, siapapun bisa disebut guru, ketika dia mengajarkan sesuatu ilmu pada orang lain atau khalayak. Lebih lanjut, mengutip apa yang tertulis di laman Wikipedia:

“Dalam agama Hindu, guru merupakan simbol bagi suatu tempat suci yang berisi ilmu (vidya) dan juga pembagi ilmu. Seorang guru adalah pemandu spiritual/kejiwaan murid-muridnya. Dalam agama Buddha, guru adalah orang yang memandu muridnya dalam jalan menuju kebenaran. Murid seorang guru memandang gurunya sebagai jelmaan Buddha atauBodhisattvaDalam agama Sikh, guru mempunyai makna yang mirip dengan agama Hindu dan Buddha, namun posisinya lebih penting lagi, karena salah satu inti ajaran agama Sikh adalah kepercayaan terhadap ajaran Sepuluh Guru Sikh.”

Membaca makna di atas, saya paham kenapa istilah ‘Guru’ dipilih untuk profesi pendidik atau pengajar. Kata Guru berasal dari bahasa Sanskerta yang secara harfiah berarti ‘berat.’ Tentu saja, karena mendidik seseorang itu bukan pekerjaan yang mudah.

Saya masih ingat betul kenakalan-kenakalan saya saat di sekolah atau kuliah dulu. Mulai dari ngompol di sekolah (entah saat TK atau SD, saya lupa :D), bolos sekolah atau telat gara-gara hujan, titip atau dititipin absen saat kuliah, atau sekedar (ter)tidur di kelas. Yang paling sering tentu saja gosipin guru atau dosen, dan menertawakan tingkah laku mereka yang dianggap aneh. *keplakjidat :))

Saya sangat setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa ‘Guru adalah orang tua di sekolah, dan orang tua adalah guru di rumah –Mohamad Surya).’ Ya, buat saya guru yang sebenar-benarnya adalah mereka yang bisa menjadi pengganti orang tua kita di sekolah. Maka benar jika dikatakan tugas guru itu berat, karena mereka tidak sekedar mengajarkan ilmu akademis, tapi harus berperan sebagai sosok orang tua ketika di sekolah. Mereka harus mengajarkan kebaikan, dan membuat anak didiknya menjadi ‘orang baik’. Bukan itu saja, karena guru artinya ‘Digugu lan ditiru,’ maka seorang guru harus senantiasa menjadi teladan bagi anak didiknya. Intinya, seseorang yang berpredikat sebagai guru (termasuk dosen), harus selalu tampil sempurna di hadapan masyarakat. Kesalahan kecil bisa jadi besar, jika pelakunya adalah seorang guru.

Maka benar pula jika dikatakan guru adalah ‘pahlawan tanpa tanda jasa.’ Jangankan ditandai, seringkali jasa guru dilupakan ketika seseorang ada di puncak kesuseksesan. Justru yang seringkali diingat dari seorang guru/dosen adalah ‘keanehannya’, termasuk segala julukan yang diberikan saat kita sekolah/kuliah dulu. Barangkali satu-satunya media untuk berterima kasih pada dosen adalah di halaman kata pengantar skripsi atau tesis. Lah, terus bagaimana nasib guru TK-SMA kita? Barangkali nama dan wajahnya pun kita sudah lupa. T.T

Buat saya, ada beberapa nama yang masih saya ingat sebagai ‘sebenar-benarnya guru’, yaitu mereka yang benar-benar mendidik saya menjadi seseorang yang lebih baik, yang seringkali sudah saya anggap sebagai orang tua saya sendiri. Dan di antara nama-nama itu, ada satu nama yang saya anggap sebagai ‘My Greatest Guru.’

Beliau adalah orang yang mengajarkan saya untuk berani bermimpi, dan berjuang untuk meraih mimpi itu. Beliau adalah orang yang mengajarkan saya bahwa Law of Attraction itu bukan omong kosong belaka.  Masih ingat betul saya dengan kata-kata beliau, “Jika kita bekerja dengan hati dan cinta, maka seluruh energi alam akan mendukungnya.” Beliau pula yang mengajarkan saya untuk selalu positif thinking pada apapun dan siapapun. “Ambillah yang positif, Nak….kalau ada yang negatif, screen out!” begitu kata beliau beberapa kali pada saya.

Satu pelajaran paling berharga yang saya dapat dari beliau adalah bahwa ‘Kita bisa asal kita mau berusaha.’ Jangan pernah menyerah untuk setiap apapun hambatan yang kita temui dalam meraih mimpi. Kita pasti bisa ketika kita berkata pada diri kita sendiri bahwa ‘kita bisa!’ Justru hambatan terbesar kita dalam meraih mimpi adalah ketika kita merasa bahwa kita tidak bisa. Itulah yang menjadi tembok penghalang bagi kita dalam menggapai sesuatu. “Berlarilah…karna berjalan saja tidak cukup!” demikian pesan beliau yang masih saya ingat.

Bu Bo dengan pose andalannya....
Bu Bo dengan pose andalannya….

Hari ini, 29 Juni 2012, beliau berulang tahun. Tidak banyak yang bisa saya berikan sebagai kado ulang tahun…hanya sebait doa dan ucapan terima kasih yang tak terhingga yang ingin saya sampaikan kepada beliau.

Terima kasih, untuk semua pelajaran berharga yang telah ibu berikan pada saya…

Terima kasih untuk telah mengajarkan saya arti lelah, berkorban, berlari, bahkan terluka, yang akhirnya saya sadari bahwa itu semualah yang menjadikan saya lebih kuat.

Terima kasih untuk telah mengajarkan saya arti berbagi, karna itulah yang menjadikan hidup saya lebih berarti.

Terima kasih untuk telah membersamai, dan mengajarkan saya arti kebersamaan.

Terima kasih untuk kasih, cinta, tawa, kepedulian dan kehangatan yang telah ibu berikan dalam setiap kebersamaan.

Terima kasih untuk setiap mimpi yang ibu bagi…dan untuk kekuatan dalam setiap pesan…

Terima kasih untuk menjadi inspirasi…dan menjadikan saya ada di titik saya berada sekarang.

Terima kasih untuk menjadi ibu kedua bagi saya…bagi kami, anak didikmu. 

Selamat ulang tahun, Bu Bo… Selamat ulang tahun, Ibu!

Selamat atas segala pencapaianmu hari ini, esok dan nanti.

Selamat untuk telah mengantarkan banyak orang pada kesuksesan…

Selamat untuk telah menabur benih kebaikan…

Selamat…karena kebaikan-kebaikan itu pulalah nanti yang akan ibu dapatkan…

Semoga segala kebaikan ibu tercatat dengan baik, di bumi maupun di langit. Semoga pencapaian ibu kemarin dan hari ini, menjadi awal untuk pencapaian-pencapaian berikutnya…

Semoga kesehatan, kebahagiaan, canda-tawa dan kasih sayang, senantiasa tercurah untuk ibu…keluarga ibu, dan orang-orang di sekitar ibu…

Semoga sumur hati ibu tak pernah kering akan kasih, cinta, kepedulian, kehangatan, tawa, dan kebaikan…dan semoga ibu tak pernah lelah membagi itu semua pada orang-orang di sekitar ibu…

Selamat ulang tahun, Ibu…

Semoga doa tak pernah berhenti mengalir untuk ibu…tak hanya hari ini, tapi hingga nanti… Dan semoga doa-doa baik ibu dikabulkan-Nya… 🙂

*Note: untuk siapapun yang membaca tulisan ini…mungkin kita sudah lupa kenakalan-kenakalan kita saat sekolah/kuliah dulu,,,tapi jangan pernah lupa bahwa dibalik pencapaian kita hari ini, apapun itu, ada peran seorang guru. Sampaikan terima kasihmu pada beliau-beliau…kalau kesempatan itu sudah tidak lagi ada, sampaikanlah lewat doa….:)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s