Aku Tak Mengerti


“Aku tak mengerti.”

Gumamku pelan sambil mengamati sebuah foto yang tertempel di dinding, menggambarkan suasana Makasar tempo dulu. Aku mengamati sekeliling, dan aku semakin tidak mengerti dengan semua ini.

“Aku sudah menghabiskan waktuku sia-sia selama dua tahun di kampus…and all I’ve got is just this shit. Oh man….” Aku menggelengkan kepalaku, entah untuk yang keberapa ratus kali selama seminggu belakangan ini. Semakin hari, aku semakin merasa hidupku sia-sia.

Kalau semua mengikuti rencana yang kususun, hari ini aku tidak sedang berada di museum sialan ini. Aku mungkin sedang berada di salah satu perpus keren di Amrik sana, mengerjakan tugas kampus, atau berdiskusi tentang kasus-kasus hukum yang terjadi di sana, di seluruh dunia. Atau mungkin aku sedang presentasi di depan murid-murid kampusku yang berasal dari berbagai Negara. Atau….dimanapun, selain tempat terkutuk ini. Dimanapun, selain Makasar. Oh man….aku bosan 20 tahun hidup dan tinggal di kota yang sama. Seandainya aku tidak harus menuruti keinginan orang tuaku.

Aku menghela napas panjang. Aku kembali menatap foto di depanku, dan tiba-tiba aku merasa tua. Aku merasa tiba-tiba tumbuh jenggot di daguku, dan semua warnanya putih. Aku merasa tiba-tiba kulitku mengeriput seperti habis dihisap alien, dan tubuhku bungkuk terbatuk-batuk, seolah-olah kuburan tinggal selangkah lagi di depanku.

“Why are you looking at that picture seriously…and so long?”

Aku melonjak kaget. Seorang perempuan bule tiba-tiba sudah berdiri di sebelahku. Kepalanya ia sorongkan ke depan, ke arah foto tua di depanku.

“Nothing’s wrong with this picture…and even nothing special about it…So?”

Perempuan itu menatapku, keningnya berkerut.

Aku tergeragap ditatapnya sedemikian rupa, merasa ditelanjangi. “Mmmm…have you walk around Makasar, this city?” Aku bertanya ragu sambil memikirkan jawaban yang tepat untuk pertanyaannya. Aku tak ingin perempuan bule ini tahu apa yang kupikirkan selama aku berdiri di depan foto sialan itu.

“No…not yet!” perempuan itu menggeleng, masih menatapku.

“Well…that’s why you don’t understand. This picture tells us about the old Makasar, with its beautiful landscape, and its harmony of living. Makasar today is quite different, due to the growth of the city. What the worst is that people today are getting more anger than harmony.”

“Wow…that’s cool! No….I don’t mean to say that people changing are cool or something. But, the way you understand your city, and the way you explain it to me, it’s so cool. My name is Keyla, anyway.”

Perempuan itu mengulurkan tangannya padaku. Dua jam berikutnya, aku jadi tour guide Keyla. Menjelaskan setiap detil museum yang sudah kuhapal di luar kepala, karena hampir tiap minggu aku datang ke museum ini untuk tugas kampus.

“You know what, I was dreaming about being an anthropologist when I was in high school, and now I’m being trapped in law faculty.” Keyla mengangkat bahunya sambil tersenyum.

“What a coincidence. I really wished to be a lawyer when I was in high school, and now I’m being trapped in this museum, looking at a stupid old picture for my anthropology task….” Aku menatap Keyla ganjil. Baru beberapa menit yang lalu Keyla bilang ia dari Amrik, dan sangat ingin kuliah di Indonesia. Dan sekarang kami bercerita tentang mimpi kami yang tak terwujud, dan seolah tertukar.

“There’s no such a coincidence, everything happen for a reason. And maybe there’s a reason why we meet today…here, in the museum. Maybe to make us understand about our own life, our own choices”

Aku menatap Keyla, kali ini tersenyum. Yeah, there must be a reason for what happen to my life now. Aku menarik tangan Keyla, mengajaknya keluar museum. Banyak hal yang ingin kutanyakan, sekaligus kuceritakan. Tuhan pasti punya alasan kenapa mengirim perempuan ini padaku.

Ahh…barangkali nanti aku akan mengerti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s