A Thousand Words…sebuah pelajaran


Tadi siang nonton filmnya Eddie Murphy yang terbaru ‘A Thousand Words.” Film ini menceritakan seorang agen penerbitan bernama Jack McCall, yang pintar tapi sedikit congkak, dan sangat suka bicara. Pada suatu hari ia diminta menemui seorang guru bernama Dr. Sinja, agar ia mau menerbitkan bukunya di  tempat McCall bekerja. Tepat di bawah sebuah pohon Bodhi milik Dr. Sinja, McCall berbohong.

Malamnya, saat McCall sedang bertengkar dengan istrinya, sebuah pohon tiba-tiba muncul di halaman belakang rumah McCall. It’s just like ‘boom’, and the tree come up from the earth. Pohon sama yang ditemui McCall di rumah Dr. Sinja.

And guess what…ternyata itu bukan pohon sembarangan. Pohon itu punya koneksi dengan tubuh McCall. Setiap McCall berbicara, daun di pohon itu berguguran, persis sama jumlahnya dengan kata-kata yang keluar dari mulut McCall. Dan McCall tersadar, jika daun di pohon itu sudah habis…habis pulalah hidupnya. His life’s gettin’ shorter each time the leaf fall down from the tree.

What if it’s happen to us? We can count down our life time as easy as count leaves on a tree…maybe there will be no more crime on earth. Betapa tidak, kalau setiap orang tahu berapa lama lagi ia akan hidup, saya yakin tidak akan ada yang akan menghabiskan sisa hidupnya dengan berbuat kejahatan. Seandainya semua orang bisa tahu kapan ia akan meninggal, saya yakin kita semua akan berlomba berbuat kebaikan, sebelum kita bertemu ajal.

Saya yakin…karna saya tahu konsep surga dan neraka itu ada di hampir setiap benak manusia. Semua orang menginginkan surga…tapi tidak semua orang mempersiapkan diri untuk masuk surga. Kalau saja hidup ini bisa ditebak, dan surga-neraka itu benar-benar ada, maka saya yakin di akhir hidupnya setiap orang akan berlomba-lomba mengejar surga.

Sayangnya, hidup ini bukanlah permainan tebak-tebakan. Kita sama sekali tidak tahu apa rencana Tuhan pada hidup kita. Kita tidak pernah tahu kapan meninggal….lima puluh tahun lagi, lima tahun lagi, lima minggu, lima hari…atau lima detik lagi?? Kita bahkan tidak tahu apakah esok kita masih bisa tertawa seperti hari ini…atau menangis seperti tadi pagi?

So….belajar dari McCall, mulai detik ini…hati-hatilah bersikap, hati-hatilah berucap. Seandainya hidup ini tinggal menyisakan 3 kata untuk kita ucapkan…what would it be? I love you? I forgive you?

Banyak kata indah yang bisa kita ucapkan dengan 3 kata tersebut, namun banyak juga makian yang bisa terbentuk dari 3 kata. Hati-hatilah berucap mulai dari sekarang….gunakan setiap kesempatan untuk berkata positif, bersikap positif, dan bertindak positif….

Be good….coz we’ll never know what will happen to us tomorrow, even in the next second. Be good!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s