Kerudung Merah


Danau Toba
Danau Toba

Aku berdiri di antara kerumunan, sesekali melongok ke arah pria berjubah hitam yang sedang berbicara di depan sana. Kamera kucengkeram kuat-kuat, takut terlepas dari tanganku yang mulai berkeringat.

Hari ini pertama kali aku menginjakkan kaki di Parapat. Tujuanku sederhana saja sebenarnya: Danau Toba. Sebuah kebetulan mempertemukanku dengan seorang kawan lama. Sebuah kebetulan pula ia membawaku ke acara sakral ini, Saur Matua.

Saur Matua adalah sebuah upacara pemakaman bagi orang tua suku Batak Toba yang telah meninggal, dan hidupnya telah sukses karena memiliki anak-anak yang semua telah menikah dan punya anak. Demikian kurang lebih penjelasan singkat tentang Saur Matua yang kubaca sekilas di brosur wisata Danau Toba dari agen travel yang memberangkatkanku sampai tempat ini.

 Setelah puas mengambil beberapa gambar, aku beringsut keluar dari kerumunan, mencari tempat yang lebih sepi. Aku tidak suka keramaian sebenarnya, justru kedatanganku ke Samosir untuk mencari sedikit ketenangan. Tapi demi mengabadikan momen penting ini, aku rela berdesak-desakan dengan orang-orang yang bahkan aku tak pahami sedikitpun bahasanya.

*

Selepas pemakaman, aku langsung bergegas menuju Pelabuhan Parapat. Aku hanya punya waktu semalam untuk menikmati Samosir, dan sesiang untuk menikmati indahnya Danau Toba. What a quick visit…Tapi tak apalah, menunggu libur panjang hanya akan membuat rencanaku mengunjungi tempat ini gagal total. Seperti tahun-tahun sebelumnya.

Minggu sore aku sudah berada di pelabuhan Ajibata, tempatku akan menyeberang kembali ke Parapat. Sore itu aku harus segera berangkat ke Medan. Penerbangan pertama esok hari menuju Jakarta membuatku benar-benar harus bergegas. Dua hari di tempat ini bagiku hanya serasa 2 jam saja… Ahh, sial!

“Kapal ke Parapat berangkat jam berapa ya, Kak?”

Seorang perempuan berkerudung merah menatapku ragu, lalu tanpa bicara ia mengarahkan jari telunjuknya ke arah sebuah kapal yang bersandar di tepi danau.

Aku tersenyum kikuk, lalu berlalu dari perempuan itu, bergegas menuju kapal yang tampak hendak segera bertolak. Wajah perempuan itu masih lekat di pikiranku, sepanjang perjalananku melintasi Danau Toba. Entahlah…ada sesuatu yang berbeda dari caranya menatapku. Dan aku merasa sering bertemu dengannya selama dua hari ini. Di pelabuhan, di kapal, di tepian Toba, di jalan, atau bahkan di hotel tempatku menginap. Cepat kutepis bayangan perempuan itu dari kepalaku, badanku bergidik.

Hari sudah mulai gelap ketika perahu sampai di Parapat. Langit mendung dan hembusan angin memberi pertanda sebentar lagi air langit akan tumpah. Aku bergegas mencari kendaraan yang bisa mengantarku sampai ke Medan. Langkahku seketika terhenti ketika mataku menangkap sesosok perempuan duduk di tepian danau Toba. Perempuan itu berkerudung merah. Ia menatapku ragu, kali ini ia tersenyum. Tangan kanannya tampak terangkat, telunjuknya mengarah ke suatu tempat. Bus yang akan mengantarku sampai Medan baru saja tiba.

Aku merinding. Setengah berlari aku meninggalkan perempuan itu, sesegera mungkin masuk ke bus. Sampai di dalam bus aku masih merinding hebat. Tubuhku gemetaran, napasku tersengal-sengal.

Demi menghalau rasa takut yang semakin akut, aku menyalakan kameraku. Berharap keindahan Danau Toba yang tertangkap kameraku kemarin bisa sedikit menghibur. Saat kutekan tombol display, foto pertama yang muncul ternyata foto yang kuambil saat  Saur Matua. Kutekan penanda arah ke kanan untuk melihat foto selanjutnya. Dan….Perempuan berkerudung merah itu ada di sana, berdiri di antara para pelayat. Ia menatapku ragu dari balik kamera. Bibirnya tersenyum ganjil, dan tangannya menunjuk ke suatu arah…Aku!

…………………………………………………………

Catatan:

Gambar diambil di sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s