Tapiiiiii….


Setiap orang pasti pernah punya masalah, seberat atau sekecil apapun itu. Dan setiap orang yang punya masalah pasti ingin sesegera mungkin keluar dari permasalahan yang sedang dihadapinya. Ada beberapa tipe orang yang bereaksi berbeda terhadap suatu masalah. Ada yang mencegah masalah datang, ada yang menghindar ketika masalah sudah datang, ada yang menghadapi masalahnya dan keluar dari permasalahan itu dengan cepat, ada pula yang justru menjebakkan diri pada suatu masalah….

Seseorang yang jelas-jelas sudah disakiti pasangannya berkali-kali, namun masih bertahan dan mengaku cinta, adalah tipikal orang yang senang menjebakkan diri pada masalah. Ada pula yang udah nggak cinta sama pasangannya, tapi nggak tega buat mutusin…akhirnya dia tetap bertahan, tapi hatinya tersiksa *tsaahhhh…. Ini juga tipikal orang yang menjebakkan diri pada masalah.

Ada pula nih yang kayak temen saya, udah nggak betah dengan kerjaan kantor…bertahun-tahun… tapi tetep mau bertahan di tempat duduknya yang sekarang, kerja ampe dibela-belain lembur.

Waktu kita mencoba memotivasi dia agar mau speak up, dan mencoba keluar dari tempat kerjanya sekarang (not  literary means she has to resign from our company, but at least she build a possibility to get transferred to another position), justru dia mematahkan semua argumen kami dengan defense mechanism-nya. Berikut percakapan teman saya dengan salah satu temannya, yang juga teman saya (ah ribet :p).

A: “Gue udah nyoba nunjukin kalo gue nggak betah di sana, tapi nggak ada gunanya.”

B: “Lu ngomongnya ke siapa, manager Lu?”

A: “Bukan..asistant manager gue.” jawab temen saya itu.

B: “Yah,,nggak ada gunanya…Lu harusnya ngomong ke manager Lu?”

A: “Percuma…dia nggak bakal ngelepas gue kalo belum ada penggantinya.” (temen saya masih bertahan dengan pendapatnya.)

B: “Lu tuh kebalik pola pikirnya. Mereka pasti bakal nemu pengganti kalo Lu udah nggak di situ… Selama Lu masih di situ, ya nggak mungkin mereka cari pengganti. Dan jangan pernah berpikir bahwa mereka ga bisa nemu pengganti sebaik Lu…. Karna bisa jadi justru pengganti Lu ntar lebih baik dari Lu!”

A: “Tapiiiii…. kasian mereka!”

B: “Elu jangan kasian ama mereka…karna mereka nggak bakal kasian ama Lu.”

A: “Tapi kan gue punya ekor (maksudnya tanggungan keluarga)!”

B: “Iya gue tahu… makanya Lu coba deh mulai bisnis di luar.”

A: “Tapi kan gue nggak kayak elu yang jago bisnis.”

B: “Ya elu jangan mikir bisnis itu harus sesuatu yang besar…mulailah dari yang kecil-kecil, buka warung misalnya. Lu harus berani gambling, ngomong ama manager Lu…. kalo nggak dapet, ya keluar”

A: “Tapi gue nggak sehebat itu…gue nggak berani gambling.”

Well….kalo saya boleh cerita…teman saya itu udah lebih dari cukup untuk puya bekal keluar dari perusahaan, trus cari pekerjaan lain yang dia mau. Dia pintar, jago bahasa Inggris, punya dedikasi dan loyalitas tinggi..dan pengalaman dia udah 4 tahun lebih di pekerjaannya yang sekarang. Menurut saya sih, dia nggak perlu khawatir dengan masa depannya nanti. Toh, dia nggak perlu benar-benar keluar dari perusahaan…tapi paling tidak dia harus berani nunjukin ke atasannya bahwa dia punya bargaining position yang cukup tinggi dengan bilang “Pindahkan saya, atau saya keluar dari perusahaan ini!” (tidak se-berani ini sih ngomongnya, perlu basa-basi sedikit agar lebih diplomatis..hehe)

Tapiiiii….kata-kata ‘tapi’ itu justru yang membuat teman saya tidak beranjak dari masalah yang ia hadapi sejak lama. Setiap nasehat atau masukan dari teman-temannya seringkali ia jawab dengan ‘Tapi…’. Dan kata-kata “Tapi’ inilah yang menjadi mental block-nya sampai sekarang, dan membuat semua nasehat dan masukan dari orang-orang di sekitarnya mental.

Dia sebenarnya bisa aja menolak pekerjaan-pekerjaan yang bukan tanggung-jawabnya, tapiii…dia merasa kasian. Dia bisa saja bilang ke managernya kalo dia udah pengin pindah, tapiiiii….dia merasa itu nggak ada gunanya. Dia merasa jenuh dengan pekerjannya, tapiii…dia nggak berani nolak kalau dikasih kerjaan, bahkan meskipun itu bukan tanggung jawabnya. Dia seringkali menasihati saya untuk tidak pulang terlalu malam, Tapiiii…dia sendiri sering lembur sendirian sampai malam. Dia sering mengeluh tentang pekerjaan dan kebijakan perusahaan, tapiiii..dimanapun dia berada, dia selalu memikirkan pekerjaan dan perusahaannya. Dia sudah sangat jenuh dan muak dengan pekerjaannya, tapi dia tetap bertahan!

So…. hati-hati dengan kata ‘Tapi…’, karena kata ini bisa membangun mental block dalam diri kita, dan membuat kita tidak bisa bergerak maju. Ketika kita mengucapkan ‘Tapi…” untuk hal-hal yang positif, seolah-olah kita mengucapkan  ketidakpercayaan pada diri kita sendiri, ataupun pada orang lain. “Aku pinter sih, tapiiiiii…” – “Aku sebenarnya bisa ngerjain itu, tapiiiii…” – ” Dia baik sih, tapiiiii…” – dan sebagainya.

Berhentilah menjebak diri kita sendiri dengan disonansi kognitif seperti itu. Disonansi kognitif adalah ketidaksesuaian antara sikap dan perilaku…ketidaksesusaian ini seringkali ditunjukkan dengan penggunaan kata “Tapiiii…” utuk hal-hal positif, yang ujung-ujungnya akan membangun mental block dalam diri kita, dan membuat kita sulit lepas dari suatu masalah. Bahkan nasehat sebaik apapun dari orang lain akan mental kalo kita sudah punya mental block semacam itu.

Maka, jangan jawab pertanyaan ‘Apa kabar?’ dengan “Baik sih, tapiiii…”, baik ya baik aja..nggak usah pake ‘Tapi’. Pun begitu ketika sedang menghadapi suatu masalah. Semua masalah itu kan sebenarnya soal pilihan… lapar, misalnya, pilihannya: makan – tidak makan (Bukannya ‘pengin makan sih, tapiiii..’). Masalah sama pacar : putus – tidak putus (Bukannya ‘pengin putus sih, tapiiii..’). Masalah tugas/pekerjaan: dikerjain – nggak dikerjain. .. Just take it or leave it!

So….Kalo kamu sedang ada dalam suatu masalah, atau hal yang tidak kamu sukai, keluarlah! Tapi..kalau kamu enggan keluar…belajarlah menyukainya…and stop complaining!! Mengeluh itu hanya akan menunjukkan bahwa kamu tidak bisa menyelesaikan masalah yang kamu buat sendiri…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s