Time Perspectives…


Baru aja nonton video kuliah seorang professor psikologi, yang sebenarnya udah aku copy sejak jaman kuliah dulu dan baru ‘sempat’ kutonton sekarang (lebih tepatnya aku baru ‘tertarik’ untuk menonton video itu sekarang, hehe).

Nama professor itu Philip Zimbardo. Tema kuliah di video ini tentang ‘Time Perspective’ sekaligus promosi bukunya si professor berjudul ‘Time Paradox’ (silahkan tanya mbah Google kalo penasaran).

Si professor mengawali kuliahnya dengan slide tentang definisi time perspective dan beberapa istilah lain yang…maaf…aku lupa isinya apa aja..hehe. Maklum lah, kalo slide emang agak susyeh ya diinget2? :D. Sampai kemudian dia menunjukkan sebuah video eksperimen yang berjudul “Marshmallow Temptation.” And here I start to love the lecture. Subjek eksperimen ini adalah anak-anak kecil-bule-lucu-menggemaskan berumur sekitar empat tahun. (Oh Gosh, they’re so cuteeeeeeee *peluk-si-anak-bule-satu-satu*). Ceritanya si anak ini dikasih beberapa simple questions, trus dikasih hadiah sebiji marshmallow. Sebelum si anak ngambil marshmallow, sang profesor berkata “You may eat this now, but if you want to wait until I come back for about 5 minutes, because I have to go outside for a while to check my car..then, you’ll get one more marshmallow. Will you wait for me?”

Si anak kecil-bule-lucu-menggemaskan itu ngangguk dan bilang “I’ll wait.”

And what happen next?

Beberapa anak memang bertahan, menunggu si professor balik lagi selama beberapa menit, dan akhirnya mereka dapet 2 biji marshmallow. Meskipun, dalam usaha bertahan itu..mereka sangat-sangat keliatan mupeng ngeliatin marshmallow di atas meja. Kebanyakan dari anak-anak itu nggak tahan dengan ‘godaan’ si marshmallow, langsung memakan marshmallow itu tanpa nunggu si professor balik lagi.

After years, penelitian dilakukan lagi terhadap anak2 kecil itu. They are about 18 years old now. Dan hasilnya…ada perbedaan signifikan antara kedua kelompok anak tersebut: yang nggak tahan terhadap godaan si marshmallow, dan yang bisa nahan diri terhadap godaan.

Mereka yang tidak bisa menahan godaan dikategorikan sebagai present-oriented person, sedangkan yang bisa bertahan dikategorikan sebagai future-oriented person.

Dan ini cirri-ciri mereka:

Present-oriented: moody & overreacted toward frustration, indecisive, envy or jealousy

Future-oriented: get 250% higher on SAT scores, cooperative and work well in frustration, confident

Intinya, orang2 yang future oriented itu bakalan lebih ‘sukses’ dan berprestasi ketimbang yang present oriented. Kenapa? Karena orang2 yang present oriented itu hanya memikirkan kesenangan masa kini, tanpa berpikir tentang akibat dari apa yang mereka lakukan hari ini terhadap masa depan mereka.

Secara spesifik, eksperimen ini menghasilkan 6 kategori atau kelompok orang, yaitu:

  1. Past-positive oriented à focus on positives
  2. Past-negative oriented à focus on negatives
  3. Present-positive oriented à hedonism
  4. Present-negative oriented à fatalism
  5. Future-positive oriented à life goal – oriented
  6. Future-negative oriented à transedental (life after death of the mortal body)

Dari kategori di atas, tampak bahwa orang-orang dengan orientasi masa kini cenderung hedonis. Mereka adalah orang-orang yang nggak bisa nahan diri terhadap godaan sesaat. Godaan ini bisa macam2 bentuknya, dari yang sederhana sampai yang ekstrim. Misal: godaan makan, padahal lagi puasa ato diet; godaan untuk FB-an or twitter-an, padahal harusnya ngerjain skripsi; godaan untuk sms-in pacar orang *eh; godaan untuk ngerokok; godaan untuk belanja di akhir bulan, saat kondisi keuangan lagi sekarat *T.T..dan sebagainya.

Sebaliknya, orang dengan future-oriented cenderung lebih punya perencanaan terhadap masa depannya. Mereka adalah orang-orang yang rajin bikin ‘to-do-list’ setiap hari, mereka yang selalu punya mimpi, mereka yang bisa menahan diri dari godaan-godaan hedonism, dan sebagainya.

So guys…kalian saat ini termasuk tipe yang mana?

Udah ketemu jawabannya? Atau masih bingung? Don’t worry…menjadi seseorang yang future-oriented bukan berarti gak bisa menikmati hidup hari ini, bukan berarti gak pernah ‘tergoda’ sedikitpun, gak pernah ‘have fun.’ And so with other types. Menjadi present-oriented juga bukan berarti 100% hedon. No, it’s not like that. Kalian bisa kok memiliki keenam cirri kelompok di atas. But..pasti ada salah satu yang lebih dominan, and there you are. Yang dominan itu lah tipe kamu.

And don’t be so upset then… it’s not something biological. It is something that can be learned.

Kalau kamu ngerasa orang yang present-oriented, dan pengin jadi future-oriented…then, you can be. Time perspective itu bisa berubah, dan bisa dipelajari.

Ada satu hal lagi yang menurutku penting untuk dicatat dari video lecture ini. Orang-orang perokok adalah mereka yang cenderung present-oriented. Silahkan amati orang-orang di sekitarmu yang merokok, dan simpulkan sendiri. Kebetulan aku besar di lingkungan perokok (T.T), dan aku bisa dengan yakin mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang dengan orientasi masa kini, bukan masa depan.

Dan inilah jawaban, kenapa peringatan di setiap bungkus rokok yang berbunyi “merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin,” Tidak akan pernah mempan mengurangi jumlah perokok. Bahkan setiap tahun jumlah perokok terus bertambah, padahal peringatan itu selalu muncul dimana-mana.

Kenapa? Karena peringatan itu sifatnya future-oriented. Si kanker dan kawan2 itu baru akan muncul entah tahun kapan. Sementara, para perokok itu adalah present-oriented. Peringatan itu hanya akan berlaku bagi mereka-mereka yang tidak merokok, yang lebih future-oriented. So..peringatan2 dan himbauan tentang efek rokok bagi kesehatan tubuh di masa yang akan datang itu tidak tepat sasaran bagi para perokok yang present-oriented.

Well…life is change, and always change…and so our perspectives. Kalau kamu ingin jadi orang sukses, ingin meraih mimpi, ingin segera lulus sekolah/kuliah, ingin berhenti merokok…dan yang terpenting, ingin bahagia…belajarlah untuk jadi orang yang future-oriented. Belajarlah jadi seseorang yang menatap ke depan dengan penuh percaya diri, yang nggak gampang terpancing dengan godaan di kiri-kanan. Belajarlah jadi orang yang berpikir, “Keputusan yang kuambil hari ini, akan memberi konsekuensi bagi masa depanku.”

If u want to be a better person tomorrow, do something better today…!! ^_^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s