Rindu Kampung Perawanku…


(Repost dari note FB)

Mulai tersadar aku merindukan saat-saat itu…
Saat terbangun di pagi hari di bumiku yang masih perawan,,, di antara embun pagi…mendengar kicau burung dan suara kokok ayam,,bersahutan dengan riuh rendah suara ibu2 berceloteh, sambil menggilas padi…celotehnya mungkin hanya seputar biaya sekolah yang meninggi, harga beras yang naik setiap hari, atau anaknya yang kurang gizi…tapi indah terdengar di telinga ini…sangat indah!!
lalu…
saat membuka mata dan menghirup segarnya udara pagi yang masih perawan..di antara suara kemeresek ujung sapu lidi bergesekan dengan gugur dedaunan di halaman…menyisakan garis2 samar di atas tanah berhumus…lukisan alam yang indah…sangat indah!!
lalu…
saat bertelanjang kaki di atas tanah di sekitar rumah, merasakan sensasi menyenangkan nan menyehatkan saat telapak kaki bersua dengan kerikil-kerikil kecil dan segerombol rumput liar…
lalu…
saat menghirup hangatnya teh manis..bukan teh celup,ato teh instan yang lain…tapi teh yang sebenar2nya…
ditemani tempe goreng yang masih berasap…sambil mendengar suara gemericik air di sungai belakang rumah…
lalu…
saat mendengar suara minyak mendidih di atas wajan, diikuti suara berisik irisan bawang goreng yang sedang bergelut menahan panasnya minyak…di atas wajan yang terduduk diam di atas tungku kayu, bukan kompor minyak, kompor gas, atopun kompor listrik…

Pagi terbaik adalah pagi di kampung perawan-ku…
Pagi yang belum tercemar suara berisik kendaraan2 berasap knalpot…
Pagi yang belum tercampur bau got dan tumpukan sampah
pagi yang belum disusupi berita-berita politik yang menyesakkan
pagi yang belum ternodai interaksi bisnis yang kadang memuakkan…

pagi terbaik adalah pagi di kampung perawan-ku…
pagi yang indah dengan embun dingin bertabur hangat mentari,
pagi yang indah ditemani kicau burung, kepak sayap kupu-kupu kecil di antara bunga-bunga,
pagi yang indah dengan celoteh2 sederhana tentang hidup dan kehidupan, yang sarat dengan doa kerendahan hati…
pagi yang indah dengan suara gemericik air di setiap sudut bumi…tak pernah henti, tak pernah mati…
pagi yang masih perawan…di kampung perawan-ku…

mulai tersadar aku merindukan semua itu…

merindukan pagi di kampung perawan-ku…

Yogyakarta, 10 Juni 2009

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s