Enjoying Jakarta…


Jakarta. Ribuan kata bisa menggambarkannya. Saya yang baru beberapa bulan berada di kota ini, dan officially tinggal di kota ini selama seminggu terakhir, pun punya beragam kata untuk menggambarkannya.

Riweh.

Iya, banget. Apalagi kalau bicara soal lalu lintas dan moda transportasinya. Bersyukur saya diberi kesempatan menikmati keriwehan busway selama tiga hari pertama saya memulai kerja di Jakarta. Ceritanya, seminggu pertama saya mulai kerja, ada fasilitas hotel gratis di Jl. Ahmad Yani, tepat di depan halte busway Cempaka Putih. Penasaran dengan kondisi hotel di sana, dan penasaran pula dengan pengalaman ‘berangkat-kerja-naek-busway’, akhirnya saya pun memilih menginap di hotel tersebut. Padahal sebenarnya saya sudah dapat kos yang dekat kantor :p

Eniwei, hari pertama masuk kerja, saya mengikuti saran resepsionis hotel: “Berangkat jam 6 aja, nanti sarapan dulu, habis sarapan langsung berangkat!”

Hasilnya: sampai kantor jam 7.30 😦

Hari kedua saya merelakan jatah sarapan saya dan memilih sarapan dengan pop mie,,,jam 6 saya sudah nangkring di halte menunggu bus transjakarta datang. Hasilnya: Jam 7 sampai kantor *Alhamdulillah 🙂

Hari ketiga, saya merelakan semua jenis sarapan saya…dan berangkat jam 5.45 dari hotel. Hasilnya: 6.30 sudah sampai kantor *jingkrak2

Belakangan saya baru sadar, ini bukan Jogja ..dimana setiap jarak bisa dihitung dan diperkirakan waktu tempuhnya. Ini Jakarta, perbedaan 5 menit saja bisa menambah waktu perjalanan 10x lipat,,bahkan lebih. 😀

Mahal.

Jelas. Apalagi harga kos-kosaan. Di Jogja, kos seharga 300an ribu/bulan banyak beredar. Cari kos seharga 500an/bulan sudah dapet fasilitas lumayan. Rata-rata kos di sekitar kantor saya 1jt-an lebih /bulan, dengan fasilitas yang memang lumayan. Kos saya sekarang cuma 600rb/bulan. Lumayan murah ya? Iya lumayan…lumayan sempit juga sih :p

Rebutan.

haha…ini untuk menggambarkan kondisi di halte busway. Kalau udah jam pulang kantor,,,,beuhhhhhh…nggak ada tu yang repot2 mau ngalah demi orang lain. Paling sedih liat mas2 yang duduk di dalem bus,,,dan cuek aja waktu liat perempuan atau bahkan ibu2 yang berdiri desak2an. Kadang2 mereka pura2 tidur biar nggak disuruh berdiri, atau minimal nggak beban moral kali ya…ckck. Ini Jakarta say…

Indah.

Yup. Bagaimanapun, selalu ada yang indah dari setiap apapun di muka bumi ini. Dan saya menemukan keindahan Jakarta sejak kemarin siang. Dimulai saat saya ikut rapat di gedung Kwarnas lantai 10. Subhanallah,,saya bisa melihat Monas dan seluruh areanya dari atas. Petangnya, saya melihat Masjid Istiqlal dengan lampu temaramnya dari ruang kantor saya. Benar2 lokasi kantor yang strategis. Alhamdulillah…

*sayang ga sempet foto*

Dan pagi ini,,,saya memulai joging pertama saya di Monas…lagi2 subhanallah, Monas indah di pagi hari.

Nyasar.

Satu lagi yang khas tentang Jakarta buat saya. dengan segala keriwehan jalannya, dengan segala gedung tingginya,,,bisa dipastikan saya gampang nyasar di kota ini. (jangankan Jakarta, di Jogja aja saya bisa nyasar :p)

Pagi ini saya mengalaminya…nekat joging sendirian di lingkungan yang super baru buat saya. Hasilnya: nyasar. Muter-muter nggak jelas ampe bikin laper, akhirnya nyasar di perkampungan para pedagang asongan. Lewat pinggir kali berbau sampah, dan gang-gang sempit selebar kurang dari 1m. Alhamdulillah nggak ketemu yang aneh2…ohoho

Dan cerita nyasar sepertinya belum akan berakhir hari ini.

Soooo….welcome to Jakarta!!

Let’s enjoy this town 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s