birokrasi rumit yang memicu korupsi….


hari ini aku (dianter johana aditia) kliling Jogja buat nyari cap. sekali lagi CAP. penting nggak penting sebenarnya,,,ini permintaan mbak2 bendahara fakultas, yang entah atas permintaan siapa, untuk meminta cap di setiap toko yang pernah bertransaksi dengan kita dengan besar transaksi minimal Rp 250.000,00….padahal nggak semua toko yang pernah kita kunjungi punya cap, dan nggak semua pemilik toko itu familiar dengan birokrasi semacam ini. Mungkin, ini peraturan yang dibuat agar kita nggak sembarangan dalam bertransaksi, sekaligus mencegah penipuan dan korupsi.

Tapi sadar nggak sadar, birokrasi rumit semacam ini menurutku justru awal munculnya bibit korup dalam diri rakyat Indonesia. Betapa tidak, rumitnya birokrasi justru menjadikan kita terbiasa membuat berbagai penipuan, seperti: cap palsu, tanda tangan palsu, daftar hadir palsu, dan sebagainya. Ini benar-benar terjadi kawan. meski yang kutahu, segala pemalsuan itu ditujukan untuk ‘kebenaran’ atau ‘kebaikan’ dan bukan untuk media korupsi. Tapi, yang dikhawatirkan adalah ini semua bisa jadi habit dan budaya di kemudian hari,,,sehingga akhirnya ketidakjujuran dianggap wajar dengan alasan ‘kebaikan’ atau entah apapun itu.

Aku adalah salah satu orang yang sangat ‘risih’ dengan birokrasi-birokrasi rumit semacam itu. Karena buat orang yang jujur seperti aku (hehe),,birokrasi rumit justru mengajariku untuk menjadi tidak jujur…

entahlah,,,semoga indonesia bisa lebih baik lagi…dengan, atapun tanpa, birokrasi2 rumit yang melelahkan itu….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s