Me vs Miranda Priestly….


imagine you’re in this two different condition:
kondisi 1:
Dalam sebuah rapat bareng si bos A, kamu lagi capekkkk buanget, karna udah beraktifitas seharian…si bos bilang gini,”mbak,,,kamu capek ya? kamu perlu tidur tu,,udah, pulang aja sana…bla..bla”
kondisi 2:
mungkin tidak sedang rapat, tapi kamu dalam kondisi capek yang sama…ada si bos B bilang gini, “Telponke iki,,,bilang gini..kerjain ini…itu…ta tunggu dalam waktu 5 menit”

another condition:
kondisi 1:
Sedang minggu UTS, bos A ngasih kerjaan harus jadi hari ini, dia bilang “mbak ujian jam berapa? ni tolong dikerjain ya, habis ujian aja biar bisa konsentrasi”
kondisi 2:
Minggu UTS yang sama, sebuah sore yang padat dan melelahkan, saat kamu sedang mengurus keperluannya si bos B, lalu dia ngasih kamu kerjaan & bilang gini, “buatin ini..ini..ini..ini…tak tunggu saiki ben isoh tak delok” (bahkan si bos tak pernah tanya aku ada ujian atau nggak)

kamu pilih bos A apa B?
kamu akan milih ngerjain tugasnya bos A atau B?
lebih ikhlas mana, ngerjain tugasnya bos A atau B?
kalo kamu jadi bos, kamu pengin jadi siapa, A atau B?

Aku bahkan tak perlu mikir untuk menjawab semua pertanyaan itu.
Bos B bagiku adalah ‘Miranda priestly’ versi alive (pernah nonton The Devil Wears Prada kan? Miranda adalah seorang bos ambisius dan egois,,,yang tak pernah peduli bagaimana jatuh-bangunnya karyawan dia asal semua keinginannya tercapai)

setiap orang pasti punya impian,,,,tapi tak perlu menjadi egois dan tidak menghargai orang lain untuk membuat impian itu jadi nyata. Miranda adalah seseorang dengan impian dan harapan yang besar, dan semua orang di sekelilingnya yang jadi korban demi tercapainya cita-cita itu…

Bos B adalah bayangan Miranda buatku,,,,

bayangan yang terus mengejarku hingga aku lelah…

rasanya ingin menjelma menjadi Andrea,,,saat ia dengan anggun membuang HP-nya..lalu tersenyum ringan….saat itulah ia membebaskan dirinya dari bayang2 Miranda…

sebuah keputusan besar memang,,,tapi harus dipilih…karena kalau tidak, bahkan mungkin aku tidak bisa mengambil keputusan untuk hidupku sendiri…

aku akan melangkah sebebas dan seringan itu…

dan aku akan berterima kasih pada ‘Miranda’, atas semua hal yang telah kupelajari…

*tersenyum senang*

Advertisements

One thought on “Me vs Miranda Priestly….”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s